Trending

  • Kamis, 1 Desember 2022
  • Bahasa

Metro

  • 0 Komentar

Menakjubkan! Ini Arti dari Makanan Khas Imlek

Penulis: Alvian Dendra
TVRINews,
Lampung

Selain kue tutun yang menjadi makanan khas setiap perayaan Imlek, umat Budha dan masyarakat keturunan Tionghoa juga memiliki sajian khas lainnya yang memiliki makna penting dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili.

Bila kebanyakan masyarakat hanya mengenal kue tutun sebagai makanan khas perayaan Tahun Baru Imlek. Maka ada satu lagi makanan lain yang juga selalu ada yaitu buah-buahan dan mi goreng.

Rohaniawan Vihara Thay Hin Bio bernama Wiria menjelaskan bagi umat Budha dan masyarakat keturunan Tionghoa setiap buah-buahan memiliki makna dan arti tersendiri saat disajikan dalam perayaan hari besar Imlek.

"Hadirnya buah-buahan seperti jeruk dan apel melambangkan harapan untuk kemakmuran dan panjang umur. Hal tersebut didasari sebagai ucapan syukur kepada sang pencipta," kata Wiria kepada TVRINews.com, di Vihara Thay Hin Bio, Lampung, Selasa (1/2/2022).

"Sementara untuk kehadiran kue tutun dengan tekstur yang lengket memiliki arti merekatkan antar umat selalu membangun tali silahturahmi kekeluargaan supaya hubungan tidak terputus," sambungnya.

Sementara menurut Siusien salah seorang jemaah Vihara Thay Hin Bio asal Bumi Waras, mengatakan ada makanan khas lainnya yang selalu disiapkan saat perayaan Imlek yaitu mi goreng.

"Pada perayaan Imlek, makanan mi goreng menjadi simbol mempererat rasa kekeluargaan," kata Siusien.

Sebagai informasi, pada perayaan Imlek, umat Budha dan masyarakat keturunan Tionghoa juga memiliki pernak-pernik khas seperti lampion, lilin, patung-patung dewa, yang masing-masing memiliki arti sebagai harapan memyambut tahun baru di kalender China.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda