Trending

  • Sabtu, 20 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Presiden Mulai Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara, Singgung Kebiasaan Impor Hingga Lapangan Kerja

Presiden Mulai Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara, Singgung Kebiasaan Impor Hingga Lapangan Kerja
Presiden Mulai Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara, Singgung Kebiasaan Impor Hingga Lapangan Kerja

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) secara resmi memulai Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara menjadi Dimetil Eter (DME) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Senin (24/01/2022).

 

 

Meski perintah ini sudah berlangsung selama enam tahun, Jokowi tetap bersyukur bahwa  groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi DME sudah bisa dimulai pada hari ini. Kepala Negara mengutarakan pentingnya proyek ini didasari oleh kebiasaan impor yang sudah berlangsung selama puluhan tahun. 

 

 

Sebagai contoh, impor elpiji mengeluarkan dana yang cukup besar, sekitar Rp80-an Triliun dari kebutuhan Rp100-an Triliun. Itu pun harus disubsidi untuk sampai ke masyarakat karena harganya juga sudah sangat tinggi, kisaran Rp60-70 Triliun.

 

 

"Pertanyaan saya, apakah ini mau kita terus-teruskan? Impor terus? Yang untung negara lain, yang terbuka lapangan pekerjaan juga di negara lain, padahal kita memiliki bahan bakunya, kita memiliki raw material-nya, yaitu batu bara yang diubah menjadi DME," kata Jokowi, Senin (24/01/2022).

 

 

Ia menyatakan bila proyek hilirisasi batu bara menjadi DME dimulai, maka bisa mengurangi subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp7 Triliun kurang lebih. Kalau semua elpiji nanti diberhentikan dan semuanya pindah ke DME, pemasukannya bisa sangat besar, sekitar Rp60-70 Triliun bisa dikurangi subsidinya dari APBN. 

 

 

"Ini yang terus kita kejar. Selain kita bisa memperbaiki neraca perdagangan kita karena enggak impor, kita bisa memperbaiki neraca transaksi berjalan kita karena kita enggak impor. Kita ini sudah berpuluh-puluh tahun nyaman dengan impor, ada yang nyaman dengan impor," ujar Jokowi. 

 

 

"Memang duduk di zona nyaman itu paling enak. Sudah, rutinitas terus impor, impor, impor, impor, impor, enggak berpikir bahwa negara itu dirugikan, rakyat dirugikan karena enggak terbuka lapangan pekerjaan," ucap Jokowi dengan tegas.

 

 

Dengan terlaksananya proyek ini tentu dapat membuka lapangan pekerjaan hingga 11-12 ribu. Kalau ada lima investasi seperti  ini, maka 70 ribu lapangan pekerjaan akan tercipta. Ia juga memastikan agar proyek ini berlangsung selama 30 bulan dan tidak ada mundur-mundur lagi.

 

 

"Kita harapkan nanti setelah di sini selesai dimulai lagi di tempat lain, karena ini hanya bisa menyuplai Sumsel (Sumatera Selatan) dan sekitarnya, kurang lebih enam jutaan KK (Kepala Keluarga). Karena kita memiliki deposit batu bara yang yang jauh dari cukup kalau hanya untuk urusan DME ini, sangat kecil sekali," tutur Jokowi.

 

Editor : Fera Belinda


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.