Trending

  • Jumat, 12 Agustus 2022

Internasional

  • 0 Komentar

Situasi Tonga Kian Mengkhawatirkan Pasca Tsunami

Situasi Tonga Kian Mengkhawatirkan Pasca Tsunami
Gambar satelit memperlihatkan letusan tersebut menyebabka  gumpalan asap hingga 12 mil di atas permukaan laut, menyebabkan langit diatas Tonga gelap gulita tertutup abu.

Deasy Indriani

TVRINews, Jakarta

 

Kepanikan dan kekhawatiran akan situasi di Tonga kian menjadi pasca tsunami akibat letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga, Sabtu (15/1/2022).

Sejumlah negara-negara Pasifik dan kelompok kemanusian terus berupaya melakukan komunikasi dengan Tonga, yang mengalami kesulitan akibat koneksi telepon dan internet terputus disana.

Dikutip dari Kantor Berita Reuters, rekaman di sejumlah laman media sosial memperlihatkan peristiwa saat gelombang menghantam rumah-rumah disepanjang jalur pesisir. Situasi ini memicu peringatan tsunami dan perintah evakuasi di pantai Tonga dan beberapa pulau di Pasifik Selatan.

Kementrian Luar Negeri Selandia Baru memastikan hingga kini belum ada laporan kematian dan cedera di tengah komunikasi yang terbatas.

Sementara itu Federasi Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit di Suva, Fiji masih memantau situasi dan belum bisa memberikan laporan terbaru terkait kerusakan dan korban jiwa.

Gunung berapi Hunga Tonga yang menjulang 2000 meter dari Samudera Pasifik, di ketahui sering meletus dalam beberapa dekade terakhir, tapi letusan sabtu lalu sangat keras terdengar hingga ke Fiji dan Selandia Baru.

Gambar satelit memperlihatkan letusan tersebut menyebabka  gumpalan asap hingga 12 mil di atas permukaan laut, menyebabkan langit diatas Tonga gelap gulita tertutup abu.

Letusan Tonga memicu peringatan tsunami di seluruh Pasifik, Amerika Serikat dan Jepang serta memaksa warga di garis pantai Pasifik menjauh dari pantai.

Australia megeluarkan peringatan tsunami di garis pantai New South Wales, Pulau Lord Howe dan Pulau Norfolk. Termasuk juga Selandia Baru.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.