Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Olahraga

  • 0 Komentar

NOC Indonesia Usulkan 5 Cabor Tambahan Dipertandingkan SEA Games 2023 Phnom Penh

NOC Indonesia Usulkan 5 Cabor Tambahan Dipertandingkan SEA Games 2023 Phnom Penh
NOC Indonesia Usulkan 5 Cabor Tambahan Dipertandingkan SEA Games 2023 Phnom Penh

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengusulkan lima cabang olahraga (cabor) tambahan untuk dipertandingkan di SEA Games 2023 Phnom Penh. Kelima cabor tersebut adalah polo air, sport climbing, wushu, pencak silat, serta jetski.  

Dari lima cabor tersebut, Komite Eksekutif NOC Indonesia Teuku Arlan Perkasa Lukman menyampaikan untuk cabor polo air sudah disepakati untuk dipertandingkan di SEA Games Phnom Penh mendatang.

NOC Indonesia memutuskan untuk mengusulkan kelima cabor tersebut masuk dalam Southeast Asian Games Federation (SEAGF) Charter (Piagam SEA Games Federation), kategori Olimpiade, serta rekam jejak prestasi. 

"Sebagai contoh, tim polo air putra yang menorehkan sejarah besar di SEA Games 2019 Manila dengan dengan merobohkan dominasi Singapura sejak 1965. Kemenangan itu merupakan kali pertama Indonesia juara sejak partisipasi pertama polo air pada 1977," kata Arlan (14/4/2022).

Kemudian, sport climbing dinilai perlu dipertandingkan di Kamboja karena merupakan kategori Olimpiade dan Indonesia memiliki atlet-atlet kelas dunia. Sementara wushu dan pencak silat merupakan cabor yang ada di SEAGF Charter dan Indonesia memiliki track record mumpuni. 

Selanjutnya, wushu telah menjadi cabor yang wajib dipertandingkan di Asian Games dan pencak silat merupakan beladiri Indonesia yang perlu dipromosikan ke regional, kontinental, dan dunia. Untuk jetski, usulan diutarakan juga oleh Kamboja selaku tuan rumah. Indonesia mendukung tuan rumah karena cabor ini dapat menjadi lumbung mendali Tim Merah-Putih.

Namun, terdapat wacana tidak dapat dipertandingkannya panahan karena tuan rumah tidak memiliki atlet dan Federasi Nasional (NF). Padahal, keberadaan NF cabor terkait dibutuhkan karena mereka mengatur dan melaksanakan pekerjaan teknis di lapangan ketika games times.  

“Dari hasil rapat juga diketahui bahwa Kamboja tidak memiliki NF di cabor panahan, sehingga potensi tidak dipertandingkan karena tuan rumah juga tidak memiliki atlet,” ujar Arlan.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.