Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Fitch Menilai Peringkat Kredit Indonesia Stabil

Fitch Menilai Peringkat Kredit Indonesia Stabil
Fitch Menilai Peringkat Kredit Indonesia Stabil

Reporter : Naufal Lanten

TVRINews, Jakarta 

Lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan peringkat (rating) kredit Indonesia pada posisi BBB, dengan tetap mempertahankan juga outlook yang stabil. 

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengatakan bahwa berdasarkan laporan performa Fitch, langkah penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Indonesia dinilai sudah berjalan dengan baik. Terlebih, ada 124 negara yang mengalami penurunan rating sejak mulainya pandemi global di awal 2020.

Dalam laporannya, Indonesia dianggap mampu menahan guncangan (shock) akibat pandemi tanpa dampak negatif bagi arah perekonomian jangka menengah. Indonesia dinilai mampu menciptakan prospek pertumbuhan jangka menengah dengan rasio utang pemerintah terhadap PDB yang relatif terjaga

“Kemarin fitch ratings baru saja mengeluarkan afirmasi bahwa indonesia tetap pada BBB atau triple B dan outlook nya stabil. Ini artinya, Indonesia meskipun memang kita favorable dari sisi growth maupun rasio utang, namun kita juga masih memiliki area yang perlu untuk diperkuat, yaitu dari sisi ketergantungan terhadap external finincing,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi lers ‘APBN Kita’ secara virtual, Selasa, (23/3/2021).

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah, lanjut Menkeu, Fitch optimis terhadap proses pemulihan ekonomi Indonesia. Hal itu terlihat dari proyeksi pertumbuhan PDB sebesar 5,3 persen di tahun 2021 dan 6,0 persen di tahun 2022. Pemulihan ekonomi didukung belanja stimulus pemerintah dan peningkatan ekspor.

“Fitch berharap momentum pertumbuhan ekonomi didukung dengan langkah-langkah reformasi untuk peningkatan efektivitas kebijakan fiskal,” kata Sri Mulyani.

Sementara reformasi struktural melalui penerapan Undang-Undang Cipta Kerja diharapkan akan meningkatkan iklim bisnis dan menarik investasi. 

“Fitch juga melihat bahwa pengeluaran pemerintah tetap fokus pada penanganan gangguan kesehatan, menjaga konsumsi rumah tangga miskin dan rentan serta memberi dukungan bagi dunia usaha,” tukasnya.

 

Editor : Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.