Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Merasa Jadi Korban Sistem, Yoseph Parera Buka Suara Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap

Merasa Jadi Korban Sistem, Yoseph Parera Buka Suara Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap
Merasa Jadi Korban Sistem, Yoseph Parera Buka Suara Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Suap

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Yosep Parera seorang pengacara yang juga merupakan pendiri Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) DPC Peradi Semarang ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Ia mengaku bahwa dirinya merupakan korban sistem, karena menurutnya setiap aspek di Indonesia memerlukan uang.

Yosep Parera ditangkap oleh KPK terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA) lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Jakarta dan Semarang pada Rabu (21/9). Giat tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat.

"Inilah sistem yang buruk di negara kita, di mana setiap aspek sampai tingkat atas harus mengeluarkan uang. Salah satu korbannya adalah kita," kata Yosep Parera di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2022).

Dalam pernyataannya, Ia mengaku siap memberikan keterangan sejelas-jelasnya terkait kasus suap yang juga menyeret Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati ini. Yosep memastikan dia bakal menyampaikan semua keterangan yang diketahuinya. Serta, dia mengaku siap menghadapi hukuman yang seberatnya.

"Intinya kami akan buka semua, kami siap menerima hukumannya karena itu ketaatan kami. Kami merasa moralitas kami sangat rendah, kami bersedia dihukum yang seberat-beratnya," ucapnya 

Sebagai Informasi, Tim penyidik KPK telah menetapkan 10 orang tersangka dalam perkara ini, Berikut yang ditetapkan sebagai tersangka :

1. Sudrajad Dimyati (SD), Hakim Agung MA
2. Elly Tri Pangestu (ETP), Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA
3. Desy Yustria (DY), PNS Kepaniteraan MA
4. Muhajir Habibie (MH), PNS Kepaniteraan MA
5. NA, PNS MA
6. Albasri (AB), PNS MA
7. Yosep Parera (YP), pengacara
8. Eko Suparno (ES), pengacara
9. Heryanto Tanaka (HT), pihak swasta atau Debitur Koperasi Simpan Pinjam
10. Ivan Dwi Kusuma Sujanto (IDKS), pihak swasta atau Debitur Koperasi Simpan Pinjam

Adapun jumlah uang suap yang diserahkan secara tunai oleh Yosep dan Eko pada Desy selaku representasi Hakim Agung Sudrajad sekitar Sin$202.000 (ekuivalen Rp2,2 miliar).

Atas perbuatannya, Sudrajad, Desy, Elly, Muhajir, Nurmanto Akmal, dan Albasri selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sedangkan sebagai pemberi suap,Yosep, bersama tiga orang lainnya disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf a Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.