Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Nasional

  • 0 Komentar

KBRI Menjadikan Sekolah RI di Yangon Myanmar Penampungan

KBRI Menjadikan Sekolah RI di Yangon Myanmar Penampungan
KBRI Menjadikan Sekolah RI di Yangon Myanmar Penampungan

Reporter : Aulia Zita

TVRINews, Yangon


Kedutaan Besar RI (KBRI) di Yangon menjadikan Sekolah Indonesia Yangon sebagai penampungan. WNI yang merasa tidak aman dapat menggunakan sekolah tersebut sebagai tempat berlindung.

“Kita siapkan penampungan di sekolah Indonesia bagi yang merasa tidak aman dan bantu repatriasi mandiri bagi yang ingin pulang,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Myanmar, Iza Fadri saat dihubungi redaksi TVRINews.com, Selasa (16/3/2021).

Hingga kini sekitar 5 orang ditampung di Sekolah RI di Yangon. Sejak dua pekan lalu, sudah 44 orang lebih yang melakukan repatriasi mandiri melalui jalur udara.

Dua pekan lalu, KBRI Yangon menetapkan status siaga II bagi WNI di Myanmar. Hingga saat ini, Kemenlu dan KBRI Yangon terus memantau perkembangan situasi di Myanmar. Saat ini dipandang belum mendesak untuk melakukan evakuasi WNI.

KBRI menghimbau agar WNI tetap tenang dan berdiam diri di kediaman masing-masing, menghindari bepergian, termasuk ke tempat kerja jika tidak ada keperluan sangat mendesak. 

Sedangkan bagi WNI beserta keluarganya yang tidak memiliki keperluan dan pekerjaan yang essensial, dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan penerbangan kembali ke Indonesia yang masih tersedia.

Kemarin, Senin (15/3/2021), Junta militer Myanmar menetapkan status darurat militer di sejumlah kota dan distrik. Darurat militer ditetapkan menyusul pembakaran pabrik milik China di di Hlaingthaya dan tewasnya  39 orang tewas dalam demonstrasi pada Minggu (14/3/2021).

Hingga kini, gelombang protes menolak kudeta masih terus terjadi di seluruh Myanmar. Assistance Association for Political Prisoners (AAPP) setidaknya 126 orang telah meninggal akibat kekerasan aparat sejak 1 Februari lalu.

Menanggapi situasi tersebut sejumlah negara seperti Singapura dan Inggris telah menghimbau warga negaranya untuk segera meninggalkan Myanmar.

 

Editor : Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar