Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Metro

  • 0 Komentar

Diduga Curi Sawit 1,5 Ton, Eks Anggota DPRD Tala ditangkap Polisi.

Diduga Curi Sawit 1,5 Ton, Eks Anggota DPRD Tala ditangkap Polisi.
Diduga Curi Sawit 1,5 Ton, Eks Anggota DPRD Tala ditangkap Polisi.

Penulis : Zainal 
TVRINews, Tanah Laut 


Seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Tanah Laut Syahrun, ditangkap jajaran Satreskrim Polres Tala, usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencurian Kelapa Sawit milik PT KJW di Kecamatan Kintap, Senin  (21/2/22).

Ditangkapnya eks anggota DPRD Tala ini bermula dari aksi pencurian TBS kelapa sawit yang dilakukan tersangka pada hari minggu 20 februari 2021 lalu, sekitar pukul 16.12 di lahan milik PT KJW Kintap.

Saat dikonfirmasi Kapolres Tanah laut AKBP Rofiqoh Yunianto ( 23/02/22) membenarkan penangkapan mantan anggota DPRD Tanah Laut Ini atas dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit PT KJW.

"Iya memang benar, tersangka Syahrun yang merupakan eks Anggota DPRD Tala kami tahan, usai melakukan pencurian kelapa sawit" ungkapnya.

Dia juga menambahkan, saat ini tersangka hanya satu orang, namun tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangkau baru  lantaran pihaknya masih mendalami kasus pencurian tersebut.

Saat ini pihak kepolisian juga masih melalukan penyelidikan terhadap siapa saja yang menjadi penadah dalam kasus pencurian ini.

Selain mengamankan tersangka, petugas kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa satu buah mobil pick up berwarna hitam dengan nonor polisi DA 8579 LM dan 95 buah TBS kelapa sawit.

Ditangkapnya Syahrun oleh petugas kepolisian, saat tersangka berada dirumah saudaranya di Desa Simpang Empat Sungai Baru Kecamatan Jorong.

Sebelumnya Syahrun sendiri merupakan Anggota DPRD Tanah Laut dari fraksi PDI Perjuangan, Lantaran terlibat kasus penggunaan narkoba Ia diberhentikan dan dilalukan penggantian antar waktu (PAW) oleh DPRD setempat.

Selain itu tersangka juga pernah terlibat dalam kasus kepemilikan senjata tajam.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.