Trending

  • Minggu, 27 November 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Polda Bengkulu Gagalkan Penjualan Ratusan Kilo Gram Daging Celeng Ilegal

Polda Bengkulu Gagalkan Penjualan Ratusan Kilo Gram Daging Celeng Ilegal
Polda Bengkulu Gagalkan Penjualan Ratusan Kilo Gram Daging Celeng Ilegal

Penulis : Jusarman

TVRINews, Bengkulu

 

Subdit Indagsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu gagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram daging babi hutan (celeng) ilegal di wilayah Bengkulu.

Ratusan kilogram daging celeng yang dibawa menggunakan sebuah mobil pick up diamankan petugas,bersama sang sopir yang diketahui merupakan pemilik berinisial SH warga asal Kabupaten Mukomuko.

Penangkapan terhadap SH dilakukan petugas di kawasan wisata Pantai Panjang Kota Bengkulu. Berawal saat petugas mendapatkan informasi banyaknya beredar daging babi hutan ilegal yang dijual ke Kota Bengkulu yang diduga tidak dilengkapi oleh dokumen karantina.

 Saat melakukan pengecekan didapati informasi satu unit mobil pick up  Nopol BD 9240 NC membawa daging celeng ilegal dari pulau Enggano yang baru turun dari Kapal Perintis.

Didapati mobil yang dikendarai oleh pelaku SH tersebut membawa ratusan kilo gram daging celeng ilegal tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dan dokumen karantina.

 Selanjutnya pelaku berserta ratusan kilogram daging celeng ilegal dan kendaraan yang digunakan oleh pelaku untuk membawa daging tersebut diamankan oleh petugas ke mapolda bengkulu.

" Pelaku ini kita tangkap di wilayah Pantai Panjang. Jadi sementara barang ini berasal dari pulau Enggano dan rencana oleh pelaku akan dibawa ke Kabupaten Mukomuko, dan ratusan kilo gram daging celeng ini tidak dilengkapi dokumen resmi seperti dari karantina". Kata Kombes Pol. Aries Andhi.

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku. Dugaan sementara barang tersebut juga akan dibawa dan diedarkan ke luar wilayah Bengkulu.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.