Trending

  • Kamis, 1 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Empat Kesepakatan Kerja Sama Indonesia-Filipina

Empat Kesepakatan Kerja Sama Indonesia-Filipina
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresiden Bogor, Jabar, Senin (5/9/2022)

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Bogor
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik kunjungan delegasi Filipina di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (5/9). Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama bagi Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.

"Sungguh kehormatan Indonesia bisa menerima kunjungan luar negeri pertama Presiden Marcos serta delegasi," kata Jokowi, Senin (5/9/2022) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kepala Negara, mereka membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor dalam konteks ASEAN. Mengenai kerja sama bilateral, kedua negara mendorong peningkatan volume perdagangan secara signifikan dibandingkan tahun lalu, dimana perdagangan Indonesia-Filipina sudah naik hampir 50 persen.

Indonesia secara khusus mendorong peningkatan ekspor produk makanan dan minuman farmasi serta rumput laut. Presiden Jokowi mengajak Filipina untuk mengembangkan potensi perdagangan dan juga konektivitas di wilayah perbatasan.

"Saya mengusulkan merevitalisasi jalur Kapal Ro-Ro, Bitung Davao, dan membuka jalur penerbangan Manado-Davao," ucap Jokowi.

Kedua, peningkatan intensitas kerja sama infrastruktur dan industri strategis. Beberapa BUMN Indonesia sudah ikut serta dalam program pembangunan di Filipina, misalnya proyek pengadaan dua kapal landing platofrm dock oleh PT PAL, persinyalan kereta di Manila oleh PT LEN Industri.

"Saya berharap agar rencana pembelian pesawat NC212 dari PT Dirgantara Indonesia dapat direalilasikan," ujar Jokowi.

Ketiga, penguatan kerja sama perbatasan. Kedua pemimpin sepakat untuk meninjau kembali perjanjian pengamanan perbatasan agar terus relevan bagi masyarakat di perbatasan, yaitu revise border, closing agreement, dan border patrol agreement.

"Kita juga berkomitmen untuk mempercepat perundingan delimitasi batas landasan kontinen berdasarkan Unclos 1982," tutur Jokowi.

Terakhir, di bidang pertahanan dan keamanan keduanya mendorong penguatan kerja sama untuk keselamatan dan keamanan perairan di wilayah perbatasan. Jokowi sangat menghargai telah dilakukan penandatanganan agreement an corporative activities in the fit of defense and security.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar