Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Penanganan Kemiskinan Kunci Penurunan Stunting

Penanganan Kemiskinan Kunci Penurunan Stunting
Penanganan Kemiskinan Kunci Penurunan Stunting

Reporter: Ahmad Richad

TVRINews, Bantaeng

Permasalahan stunting merupakan masalah serius dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Tantangan ini harus diatasi dengan baik agar generasi masa depan Indonesia bisa menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas.

Melihat hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menjelaskan, kunci untuk menurunkan stunting adalah penanganan kemiskinan. Kemiskinan merupakan salah satu penyebab ibu dan anak tak memperoleh gizi yang cukup.

"Memang tidak semua orang miskin anaknya stunting. Tapi sebagian besar stunting itu diakibatkan karena kemiskinan. Dan karena itu kemiskinan itu yang harus ditangani," kata Menko PMK di Gedung Penanggulangan Gizi Terpadu di Desa Lumpangan, Kecamatan Pajukakang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dari siaran persnya, Rabu (3/3/2021).

Lebih lanjut Menko PMK mengatakan, kaitan antara kemiskinan dan munculnya stunting pada anak sangat erat. Apalagi di masa pandemi Covid-19, angka kemiskinan juga mengalami peningkatan.

Karena itu, pemerintah menggelontorkan berbagai stimulus agar kemiskinan bisa teratasi. Seperti program Bantuan Sosial, Bantuan Langsung Tunai (BLT), program sembako, dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Ini sangat penting. Karena itu kita mengupayakan jangan sampai ada keluarga miskin baru bertambah," tuturnya.

Menko PMK menerangkan, pencegahan stunting juga harus dimulai sejak dini sebelum pernikahan. Pada remaja putri, sekolah bisa mengajarkan kesehatan reproduksi, dan soal pemenuhan gizi yang baik. 

"Saya sangat percaya biaya penanganan stunting akan lebih mudah kalau pencegahan lebih diutamakan. Pendekatan kesehatan (health approach) akan lebih murah dari pendekatan pengobatan (treatment approach)," terangnya.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Status Gizi Balita pada 2019, prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,67 persen. Presiden RI Joko Widodo mencanangkan target penurunan stunting menjadi 14 persen di tahun 2024.

Dalam kunjungannya, Menko PMK juga didampingi Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Bantaeng ,Ilham Azikin, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, Anggota Komisi IX DPR, Alyah Mustika Ilham.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.