Trending

  • Rabu, 1 Desember 2021

Hukum

  • 0 Komentar

Ditetapkan Tersangka, Mantan Direktur Produksi PTPN XI Diduga Rugikan Negara Rp15 Miliar 

Ditetapkan Tersangka, Mantan Direktur Produksi PTPN XI Diduga Rugikan Negara Rp15 Miliar 
Setelah studi banding ke Thailand tersebut, BAP memerintahkan salah satu staf PTPN XI untuk menyiapkan dan memproses pelaksanaan pelelangan dengan nantinya dimenangkan oleh PT WDM

Penulis : Irwan Sulistiyo

TVRINews, Jakarta

KPK telah menetapkan mantan Direktur Produksi PTPN XI Tahun 2015 s/d 2016 Budi Adi Prabowo (BAP) dan Arif Hendrawan (AH) Direktur PT WDM (Wahyu Daya Mandiri) sebagai tersangka.

Keduanya diduga melakukan korupsi pengadaan dan pemasangan six roll mill di Pabrik Gula Djatiroto PT Perkebunan Nusantara XI periode tahun 2015-2016. KPK menduga perkara ini merugikan negara hingga Rp15 Miliar.

“Adapun dugaan kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek pengadaan ini sejumlah sekitar Rp15 miliar dari nilai kontrak Rp79 miliar", kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (25/11).

Lebih lanjut, Alex menyampaikan kedua tersangka BAP dan AH  beberapa kali bertemu di tahun 2015 yang di antaranya menyepakati bahwa pelaksana pemasangan mesin giling di PG Djatiroto adalah tersangka AH walaupun proses lelang belum dimulai sama sekali.

“Sebelum proses lelang dimulai, tersangka BAP dengan beberapa staf PTPN XI dan tersangka AH melakukan studi banding ke salah satu pabrik gula di Thailand,” ucap Alex.

Setelah studi banding ke Thailand tersebut, BAP memerintahkan salah satu staf PTPN XI untuk menyiapkan dan memproses pelaksanaan pelelangan dengan nantinya dimenangkan oleh PT WDM.

“Tsk AH diduga menyiapkan perusahaan lain agar seolah-olah turut sebagai peserta lelang,” ujar Alex.

Selain itu, AH juga aktif dalam proses penyusunan spesifikasi teknis harga barang yang dijadikan sebagai acuan awal dalam penentuan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) senilai Rp78 Miliar, termasuk data-data kelengkapan untuk lelang pengadaan 1 lot Six Roll Mill di PG Djatiroto.

“Adapun nilai kontrak yang telah disusun atas dasar kesepakatan TSK BAP dan TSK AH, yaitu senilai Rp79 Milyar”, tutur Alex.

Saat proses lelang dilakukan diduga terdapat beberapa persyaratan yang telah diatur untuk memenangkan PT WDM, di antaranya terkait waktu penyerahan barang yang dimajukan tanggalnya saat Aanwijzing karena PT WDM sudah lebih dulu menyiapkan komponen barangnya.

“Diduga pula saat proses lelang masih berlangsung, ada pemberian 1 unit mobil oleh TSK AH kepada TSK BAP. Terkait proses pembayaran diduga ada kelebihan nilai pembayaran yang diterima oleh PT WDM yang disetujui oleh TSK BAP", tutup Alexander Marwata.

Atas perbuatannya, tersangka BAP dan tersangka AH disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.