Trending

  • Sabtu, 13 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Demi Lestarikan Gajah Sumatra, BKSDA Sumsel Pasang GPS Collar

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Sumatera Selatan


Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama sejumlah pihak melakukan pemasangan GPS Collar pada 2 kelompok gajah liar.

Pemasangan GPS Collar ini untuk monitoring gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) di wilayah Kantong Habitat Sugihan-Simpang Heran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kepala BKSDA Sumatera Selatan, Ujang Wisnu Barata mengatakan langkah ini merupakan upaya mitigasi konflik, sekaligus memantau efektifitas penggunaan ruang (jalur jelajah) yang kajian studi ilmiahnya sudah dilakukan.

Kegiatan ini juga merupakan aksi konkret dalam meningkatkan upaya konservasi insitu untuk melestarikan gajah sumatra, satwa prioritas terancam punah di Provinsi Sumatera Selatan. 

“Proses dan tahapan pemasangan GPS Collar pada 2 kelompok gajah telah berlangsung sejak April 2022, melalui tahapan survey keberadaan kelompok gajah target, pengkondisian tim dan peralatan, serta pendekatan kepada masyarakat dan para pihak," kata Ujang dalam keterangan persnya, Rabu (18/5/2022).

Tim pemasangan GPS Collar ini beranggotakan orang yang berpengalaman dalam penanganan gajah liar dari BKSDA Sumsel, Balai TN Way Kambas, Tim PJHS dan didukung oleh dokter hewan serta unsur perusahaan konsesi yang menjadi jalur jelajah gajah. 

Menurut keterangan Ketua Perkumpulan Jejaring Hutan dan Satwa (PJHS), Syamsuardi yang turun langsung bersama tim memantau keberadaan kelompok gajah, bahwa terdapat tiga kelompok gajah di wilayah Air Sugihan yang menjadi target untuk dipasangkan GPS Collar.

“Selain akses yang cukup mudah, karakter kelompok gajah tersebut berperilaku tidak agresif (berkarakter tenang) terhadap interaksi dengan manusia, dengan catatan masih dalam jarak aman (± 30 meter)," kata Syamsuardi.

"Bahkan dijumpai masyarakat yang sedang memancing berseberangan dengan kelompok gajah liar, tentunya ini menunjukan kepada kita keharmonisan kehidupan antara gajah liar yang dapat berdampingan ketika kita mau berbagi ruang,” sambungnya.

Syamsuardi menjelaskan rencana awal pelaksanaan, tim memperhitungkan rentang waktu kegiatan sampai dengan terpasangnya 2 unit GPS Collar pada 2 kelompok gajah liar tersebut memerlukan waktu setidaknya 4 hari, 12 - 15 Mei 2022.

Perhitungan matang tim membuahkan hasil, bahkan lebih cepat dari perkiraan waktu, sehingga pada hari ke-2 kegiatan, tim telah berhasil memasangkan GPS Collar kepada 2 kelompok gajah liar yang ditargetkan.

Pukul 14.35 WIB pemasangan dilaksanakan pada gajah jenis kelamin betina usia sekira 40 tahun berat 2.812 kg.

Selanjutnya, sekira pukul 17.30 WIB berhasil terpasang GPS Collar ke-2 pada gajah betina usia 30 tahun berat 2.545 kg.

Selanjutnya, sebagai tanda pengenal di lapangan, tim bersepakat, karena pemasangan dilaksanakan pada bulan Mei, gajah I diberi nama Meilani, dan gajah II diberi nama Meisi.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.