Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Metro

  • 0 Komentar

BMKG Jabarkan SeJumlah Penyebab Banjir di Jabodetabek

BMKG Jabarkan SeJumlah Penyebab Banjir di Jabodetabek
BMKG Jabarkan SeJumlah Penyebab Banjir di Jabodetabek

Reporter: Aulia Zita

TVRINews, Jakarta                                                                                           

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa banjir di Jabodetabek pada Sabtu (20/2/2021) terjadi akibat beberapa faktor, di antaranya adalah adanya curah hujan yang tinggi, dinamika atmosfer, dan kenaikan air laut.

"Sesuai dengan prediksi BMKG selama dua hari terakhir, 18 sampai 19 Februari 2021, wilayah Jabodetabek diguyur hujan secara merata dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Lebat lebih dari 50 milimeter, dan sangat lebat 100-150 milimeter, dengan kondisi cuaca hujan ekstrem. Jadi plus kondisi ekstrem, yaitu curah hujan lebih dari 150 milimeter. Semua dalam waktu 24 jam," ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Sabtu (20/2/2021).

"Data kami terkumpul, data pengamatan di Halim, yaitu tercatat 160-167 milimeter per hari. Di Sunter Hulu, curah hujan tercatat 197 milimeter per hari, Lebak Bulus 154 milimeter per hari, dan Pasar Minggu ini tercatat 226 milimeter per hari. Itu tertinggi di Pasar Minggu," lanjutnya.

Selain karena curah hujan, seruakan udara juga berpengaruh pada kondisi cuaca di Jakarta. “Pada tanggal 18-19 2021, termonitor aktivitas seruakan udara yang cukup signifikan sehingga mengakibatkan peningkatan terbentuknya awan hujan di Indonesia bagian barat,” ujarnya

Kemudian ada aktivitas gangguan atmosfer di zona ekuator yang menyebabkan  pelambatan dan pertemuan angin dari utara Indoesia yang kemudian berbelok tepat di Jabodetabek. “Perlambatan dan pertamuan angin dari arah utara, ini kebetulan membeloknya melewati Jabodetabek dan saat membelok melambat disitulah terjadi jadi pengkatan intensitas pembentukan awan hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Dwikorita.

"Faktor ketiga, adanya tingkat labilitas dan kebasahan udara di sebagian besar wilayah Jawa bagian barat yang cukup tinggi dan hal ini meningkatan potensi (terbentuknya) awan hujan di Jabodetabek," lanjutnya.

BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada karena hujan lebat diperkirakan masih akan melanda Jabodetabek hingga sepekan ke depan. “Tetap tenang namun waspada dan berhati-hati terhadap kondisi yang dapat ditumbulkan oleh kondisi cuaca ekstrim, seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan jalanan licin,” pungkas Dwikorita.

Sementara itu, Guswanto Deputi Meteorologi BMKG juga menambahkan bahwa peningkatan permukaan air laut juga berkontribusi pada banjir Jakarta hari ini. “Adanya pasang naik di Jakarta Utara dari air laut ini juga berpengaruh,” ujar Guswanto dalam kesempatan yang sama.
 

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.