Trending

  • Kamis, 30 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Kentongan, Kearifan Lokal Peringatan Dini Bencana Alam

Kentongan, Kearifan Lokal Peringatan Dini Bencana Alam
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Aam mengatakan, Mitigasi bencana untuk wilayah pesisir pantai selatan Tasikmalay

Penulis: Yudi Irawan

TVRINews, Kabupaten Tasikmalaya

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, Aam mengatakan, Mitigasi bencana untuk wilayah pesisir pantai selatan Tasikmalaya, selain menggunakan alat deteksi juga menggunakan alat kearifan lokal, yakni Kentongan.

Menurut Aam, untuk mitigasi bencana daerah pesisir pantai di Kabupaten Tasikmalaya selain membuat peta jalur juga sudah dibuatkan rambu-rambu. Dimana di pesisir pantai selatan tersebut, terdapat 11 Desa dan kini terus diupayakan meningkatkan sistem peringatan dini dengan cara kearifan lokal. 

"Peringatan dini berbasis kearifan lokal ini yakni menggunakan kentongan bila mana akan terjadi bencana, apalagi saat ini masih dalam keadaan cuaca ekstrim hidrometeorologi," ungkap Aam, Senin (31/1/2022).

Untuk antisipasi bencana tsunami di pesisir pantai, lanjut Aam, pendeteksiannya hanya dengan mesin Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS). yang dipantau langsung dari Kantor BPBD melalui Pusdalops yang tersambung ke BMKG.

Untuk sistem kerjanya, hanya notifikasi saja dan bila ada informasi kegempaan bisa langsung disampaikan keberbagai daerah seperti Kecamatan secara langsung.

"Untuk mesin pendeteksian yang langsung terhubung suara serine belum punya, kita barus ada Ina-TEWS saja, alat ini baru terpasang satu, " katanya.

Meskipun begitu, pihaknya berharap seluruh masyarakat baik yang ada didaerah pegunungan maupun pesisir pantai tetap waspada. Apalagi cuaca ekstrim ini diprediksi akan berlangsung sampai April mendatang.

"Apalagi masih berpotensi terjadinya badai lanina, makanya masyarakat sekitar pantai agar tetap waspada," pungkas Aam.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.