Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Olahraga

  • 0 Komentar

Menpora akan Sampaikan Usulan Diskresi Karantina bagi Pelaku Olahraga Saat Ratas Pandemi

Menpora akan Sampaikan Usulan Diskresi Karantina bagi Pelaku Olahraga Saat Ratas Pandemi
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menindaklanjuti usulan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terkait diskresi karantina bagi pelaku olahraga dari luar negeri.

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

 

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menindaklanjuti usulan Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terkait diskresi karantina bagi pelaku olahraga dari luar negeri. Amali pun menyampaikan bahwa akan membawa usulan tersebut untuk dibahas dalam rapat terbatas yang membahas soal pandemi pada pekan depan. 

“Sesuai arahan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), kami diminta menyampaikan surat kepada Presiden RI Joko Widodo agar bisa dibahas di Rapat Terbatas dalam waktu dekat sehingga mereka memiliki landasan. Secepatnya saya akan sampaikan aspirasi stakeholder dan cabang olahraga kepada Presiden,” kata Amali, Rabu (19/01/2022).

Sementara, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari memutuskan untuk mengusulkan diskresi karantina pelaku olahraga dari luar negeri setelah mendengar pengalaman dan masukan dari federasi yang kesulitan menyelenggarakan turnamen internasional di Indonesia karena durasi karantina.

Mereka menilai panjangnya masa karantina akan menyulitkan perwakilan oganisasi olahraga internasional yang berencana ke Indonesia dalam rangka meninjau kesiapan tuan rumah single atau multi even berskala internasional.

Kasus terdekat yang akan dilakukan adalah Asosiasi Komite Olimpiade Indonesia (ANOC) yang dijadwalkan datang akhir Januari untuk melihat kesiapan Indonesia sebagai kandidat ANOC World Beach Games 2023. 

Okto mengatakan NOC Indonesia sudah berkirim surat ke Kemenpora pada 12 Januari lalu dan langsung ditindaklanjuti. Menurutnya, hal Ini diperlukan karena akan banyak multi even tahun ini.

Ketika salah satu cabang olahraga harus tryout 14 hari di luar negeri, terutama mereka yang masuk kategori terukur, dan harus dikarantina selama tujuh sampai 10 hari, maka tryout menjadi percuma.

"Tidak mungkin ketika kompetisi internasional, atlet, official, dan panitia dari luar yang datang menjalani karantina panjang. Harus ada solusi, bisa memakai sistem bubble,” ujar Okto.

Kemudian, untuk perjalanan distinguished person di olahraga internasional bisa menggunakan sistem bubble. Dengan catatan sudah vaksin dan negatif PCR test setibanya di bandara. 

Hal ini seperti pengalamannya ketika datang ke Yunani, Dubai, dan Singapura untuk memenuhi undangan NOC Indonesia atau kebutuhan Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA. Semua negara tersebut memiliki aplikasi serupa dengan PeduliLindungi yang bisa digunakan Warga Negara Asing (WNA).

“Terkait durasi karantina dan detailnya, saya serahkan kepada ahlinya. Saya pribadi yakin karena pemerintah kalau dalam urusan olahraga pasti memberikan keputusan yang cepat semoga kita segera mendapatkan jawaban,” tutur Okto.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.