Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Petugas Anestesi Mogok, Pasien Operasi RSUD Mukomuko Terpaksa Rawat Jalan

Petugas Anestesi Mogok, Pasien Operasi RSUD Mukomuko Terpaksa Rawat Jalan
Petugas Anestesi Mogok, Pasien Operasi RSUD Mukomuko Terpaksa Rawat Jalan

Penulis: Dedy Irawan

TVRINews, Bengkulu

 

Sejumlah petugas anestesi atau bius di RSUD Mukomuko pada  Kamis ( 6/1/2022 ) melakukan mogok kerja. Hal itu dipicu ketidak puasan mereka dengan honor diterima dari rumah sakit sebesar Rp2,7 juta sebulan. Sebelumnya mereka menuntut jumlah honor sebesar Rp3 juta, dari honor sebelumnya sebesar Rp1,5 juta per bulan.

Direktur RSUD Mukomuko, dr Syafriadi, mengatakan besaran honor tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran rumah sakit. Dimana angka tersebut dinilai cukup wajar bagi petugas anestesi, terutama tamatan D3 dan D4. Sedangkan untuk tingkat dokter umum sendiri, jumlah besaran honor mereka adalah Rp3 juta per bulan.

“Kita masih cari jalan keluar nya, solusinya. Biar pelayanan di kamar operasi, di mana penata astesinya agar puas, tidak protes meminta kenaikan gaji, “ jelas Syafriadi.

Syafriadi mengakui akibat mogoknya petugas anestesi tersebut, tindakan operasi terhadap pasien yang semestinya dilakukan menjadi tidak jalan. Tanpa anestesi, kamar operasi tidak bisa jalan.

Terkait hal itu, pihak rsud mukomuko  melakukan pemanggilan  kembali kepada petugas anestesi agar diperoleh solusi petugas dapat bekerja dengan aman dan rumah sakit tidak begitu terbebani.

“Kalau kemarin iya, kamar operasi tidak jalan karena dokter anastesi tidak bisa jalan tanpa penata anastesi. Kemungkinan terburuknya jika penatanya (astesi) tidak mau, yah kita cari tenaga lain dan di tahun 2022 kita sudah siapkan dana untuk penata astesi D3 dan D4. D3 ada 3 orang dan D 4 satu orang. Gajinya sudah kita siapkan,“ tambahnya.

Sementara itu, dokter bedah yang menangani pasien, dr Surya Darma, Sp. B menjelaskan dirinya tidak menjalankan operasi karena petugas anastesinya mogok. Pasien terpaksa dipulangkan, dan dijadwalkan ulang bila petugas anestasinya siap.

“Pasiennya kita pulangkan, dan kita jadwal ulang klau petugasnya siap. Kebetulan operasi tidak emergency, jadi bisa dijadwalkan. Operasinya Hemoroid,” ungkap Surya.

"Meski penata astesi masih mogok, pelayanan operasi bisa dijalankan",tutup  Surya.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.