Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Ekonomi

  • 0 Komentar

Indeks Persaingan Usaha Turun di 2020, KPPU: Karena Pandemi

Indeks Persaingan Usaha Turun di  2020, KPPU: Karena Pandemi
Indeks Persaingan Usaha Turun di 2020, KPPU: Karena Pandemi

Reporter: Ahmad Richad

????TVRINews, Jakarta

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan, Indeks Persaingan Usaha (IPU) di Indonesia mengalami penurunan pada 2020. Sebelumnya pada 2019, IPU di Indonesia di level 4,72 saat ini menjadi 4,65.

"Pada tahun lalu, dimensi permintaan memiliki skor paling rendah dibandingkan dimensi lainnya pada faktor lingkungan. Hal itu sejalan dengan kondisi umum yang dihadapi kita karena pandemi Covid-19,"kata Direktur Ekonomi KPPU, M. Zulfirmansyah dalam konferensi pers virtual, Selasa (2/2/2021).

Zulfirmansyah mengatakan, pengukuran IPU didapat dari perhitungan tujuh dimensi pengukuran. Yakni dimensi struktur, dimensi perilaku, dimensi kinerja, dimensi regulasi, dimensi demand, dimensi supply, dan dimensi kelembagaan.

Ia menjelaskan dari hasil survei KPPU, menemukan sektor ekonomi yang memiliki persaingan usaha tertinggi yaitu sektor penyediaan akomodasi, makanan dan minuman.

"Tingginya skor pada sektor penyediaan akomodasi makanan dan minuman tidak lepas dari perkembangan sektor pariwisata dan pembangunan infrastruktur daerah pada beberapa periode terakhir," jelas dia.

Sedangkan sektor yang umumnya dikuasai atau dikelola oleh Pemerintah menunjukkan skor indeks persaingan usaha rendah. Misalnya sektor pengadaan listrik dan gas, serta sektor pengolahan air, pengolahan sampah dan limbah.

Sektor pertambangan dan penggalian juga memiliki skor relatif rendah. Salah satu penyebab utamanya yakni, tingginya modal dalam memulai usaha di sektor tersebut.

Sebagai informasi, IPU merupakan ukuran tingkat persaingan usaha yang komprehensif dalam memberikan indikasi mengenai tingkat suatu sektor atau daerah tertentu memiliki tingkat persaingan usaha yang tinggi atau rendah. Indeks itu dikembangkan KPPU sejak 2011, dan mengukur tingkat persaingan usaha di 34 Provinsi.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.