Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Sosbudpar

  • 0 Komentar

Pemanfaatan Batik sebagai Komoditas Budaya dan Ekonomi

Pemanfaatan Batik sebagai Komoditas Budaya dan Ekonomi
Pemanfaatan Batik sebagai Komoditas Budaya dan Ekonomi

Penulis: Rahmat Fatahillah Ilham

TVRINews, Jakarta

Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh 04 Oktober 2021 lalu, Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Kemendikbudristek menggelar webinar bertema "Batik Menguatkan Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja".

Dalam webinar tersebut membahas upaya pelestarian batik sebagai warisan budaya yang memiliki manfaat ekonomi.

"Kami baru saja mendapat kabar dari Ditjen Kebudayaan, bahwa ada program khusus terkait wastra, yaitu hasil dari karya kain - kain produk budaya bangsa Indonesia," kata Kepala BBPPMPV Sarjilah, dalam webinar peringatan Hari Batik Nasional, Kamis (7/10/2021).

Afif menambahkan, sisi lain batik yang menjadi komoditas budaya dan ekonomi menjadi filosofis hidup dan karakter bangsa. Sebagai komoditas ekonomi, batik diperdagangkan dan dibuat secara profesional, komersial, berkembang, kreatif dan mengikuti tren.

"Indonesia ini adalah pintu gerbang etnik dunia, kita ingin dibuka sehingga bisa disukai siapapun, riset produk harus dilakukan sejak dini yaitu pada saat mereka masih sekolah dengan kreativitas dan imajinasi siswa sesuai perkembangan," tambah Afif Syakur dari Paguyuban Sekar Jagad.

Adapun bentuk dukungan media pada perkembangan batik, menurut Pimpinan Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat, Octo Lampito adalah media dapat memberikan edukasi dan informasi tentang batik dan perkembangannya.

"Jadi media massa, baik mainstream maupun media baru dapat memberikan informasi yang detail. Sebagai contoh, tentang pameran batik, fashion show batik dan seterusnya," ucap Pimpinan Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat tersebut.

Sementara Project Director of Arief Rachman And Associate, Arief Rachman mengatakan pemanfaatan batik ini harus digunakan dengan sebaik - baiknya, terlebih UNESCO telah menobatkan batik sebagai warisan budaya tak benda.

"Karena UNESCO menganggap kebudayaan itu pengemudi dan unsur yang bisa memungkinkan adanya suatu pembangunan yang berkelanjutan," tutup Arief Rachman.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar