Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Mahkamah Agung Non-Aktifkan Sudrajad Dimyati

Mahkamah Agung Non-Aktifkan Sudrajad Dimyati
Hakim Agung Sudrajad Dimyati (Foto: Wikipedia)

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta 
Mahkamah Agung akan menonaktifkan Sudrajad Dimyati (SD) dari posisi Hakim Agung, pasca ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua Kamar Pengawasan Mahkamah Agung (MA) Zahrul Rabain menyampaikan pihaknya akan mengeluarkan surat pemberhentian sementara Sudrajad Dimyati (SD) yang sudah ditahan KPK.

"Kemudian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, kalau atau jika aparatur pengadilan itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, maka MA akan mengeluarkan surat pemberhentian sementara terhadap aparatur tersebut, guna menghadapi pemeriksaan dengan sebaik-baiknya," kata Zahrul Rabain dalam konferensi pers bersama di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, (23/9/2022).

Zahrul mengatakan MA sangat prihatin atas kasus yang menjerat Sudrajad tersebut. Meski demikian, MA juga mengapresiasi langkah penegakan hukum yang telah dilakukan KPK.

"Yaitu, dalam rangka membersihkan aparatur di lingkungan peradilan yang merupakan visi MA, dimana MA berusaha selama ini dan tidak henti-hentinya meningkatkan kredibilitas daripada aparatur pengadilan," sambungnya.

Oleh karena itu, kata dia, MA akan mendukung sepenuhnya dan menyerahkan masalah tersebut dalam proses hukum yang berlaku sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

"Kami akan mendukung hal ini, akan memberikan segala sesuatu yang barangkali dibutuhkan oleh KPK di dalam menuntaskan kasus ini. Kami akan memberikan data-data atau apapun yang dibutuhkan KPK dalam hal ini," tandasnya.

Sebelumnya, KPK membongkar kasus dugaan suap penanganan perkara di MA lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Jakarta dan Semarang pada Rabu (21/9) malam hingga Kamis (22/9) dinihari. Kegiatan tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat.

Dalam operasi senyap tersebut, Tim KPK mengamankan uang Sin$205.000 dan Rp50 juta. Adapun jumlah uang suap yang diserahkan secara tunai oleh Yosep dan Eko selaku pengacara pada Desy sebagai representasi Sudrajad sekitar Sin$202.000 (ekuivalen Rp2,2 miliar).


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.