Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Event G20 ACWG, KPK: Koruptor Tak Takut Dihukum, Tapi Takut Dimiskinkan!

Event G20 ACWG, KPK: Koruptor Tak Takut Dihukum, Tapi Takut Dimiskinkan!
Ketua KPK Firli Bahuri

Penulis: Ahmad Richad

TVRINews, Badung
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap forum G20 Anti-Corruption Working Group (ACWG) bisa memberikan dampak baik, terhadap dunia internasional dalam rangka memerangi kasus korupsi.

Untuk memerangi korupsi itu, KPK mendorong para anggota ACWG segera mengerucutkan pembahasan mengenai kerangka regulasi dan supervisi peran profesi hukum pada Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari Tindak Pidana Korupsi. 

"Dalam ACWG ini KPK fokus isu TPPU ini, dan bagaimana peran aparat penegak hukum untuk memberantas korupsi. Itu menjadi agenda kedua ke dalam pembahasan isu prioritas KPK," kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, Kamis (7/7/2022).

Baca Juga: KPK Beberkan Alasan Pilih 4 Isu Prioritas di Event G20 ACWG Bali

Firli menjelaskan pihaknya mendorong isu TPPU ini, karena sesungguhnya korupsi tidak bisa hanya ditangani dengan cara penindakan, atau menghukum orang saja, butuh yang lebih dari itu.

"Orang baru akan kapok kalau dikenakan TPPU, makanya kita ajak semua APH (Aparat Penegak Hukum, red) agar setiap tindak pidana korupsi dilekatkan dengan TPPU," ujar Firli.

"Orang tidak takut hukuman badan, tapi orang akan takut kalau dimiskinkan," ucap Firli dengan tegas.

Baca Juga: Bertemu KPK, ACRC Korsel: Pelapor Korupsi Dibayar Rp12,8 Miliar

Sebagai informasi, ACWG G20 digelar di Bali sejak Selasa, 5 Juli sampai 8 Juli 2022 mendatang.

Pertemuan internasional yang berlangsung secara hybrid ini dihadiri secara langsung oleh sembilan Delegasi Negara Anggota G20 yakni Australia, Brasil, India, Inggris, Jerman, Prancis, Saudi Arabia, Korea Selatan, termasuk Indonesia sebagai Presidensi.

Kemudian sepuluh negara dan satu entitas hadir secara virtual yaitu Afrika Selatan, Amerika, Argentina, China, Italia, Jepang, Kanada, Meksiko, Rusia, Turki, dan Uni Eropa.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.