Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Budi Pastikan Kapasitas Oksigen Cukup Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Budi Pastikan Kapasitas Oksigen Cukup Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19
Budi Pastikan Kapasitas Oksigen Cukup Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINEWS, Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan kapasitas oksigen selama lonjakan kasus Covid-19. Budi menjelaskan, untuk industri sebanyak 75 persen, sementara 25 persen keperluan medis. “Kami sudah mendapatkan komitmen dari pemasok oksigen. Mereka bisa mengalihkan kapasitas oksigen industri ke medis. Ada perusahaan lokal yang memproduksi hampir 90 persen dari oksigen rumah sakit dan baru terpakai 25 persen. Komitmen dari rumah sakit ini adalah siap memberikan suplai oksigen ke rumah sakit. Sehingga kita masih punya cukup,” kata Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (25/6/2021).

Namun, Budi mengakui masalah oksigen terjadi pada sisi logistik, seperti di Jawa Tengah yang sempat terjadi masalah. Pabrik sempat berhenti karena aliran listrik yang terganggu dan butuh waktu memulai kembali.

Sehingga dalam mengatasi hal ini, Kementerian Kesehatan sudah beroordinasi dengan PLN untuk memastikan suplai listrik tetap konsisten untuk seluruh pabrik-pabrik oksigen di Jawa. Ddengan begitu, bisa berproduksi penuh dan tidak terganggu operasinya. “Kami sudah berdiskusi dengan produsen oksigen. Jika ada sesuatu yang terjadi, bisa langsung mengisi dengan pabrik lain dari Jawa Barat atau Jawa Timur yang tersedia dengan jumlah cukup,” ujar Budi.

Sementara untuk memastikan urusan logisitik dapat dikendalikan, Kementerian Kesehatan beroordinasi juga dengan Panglima TNI dan Polri. Kemudian terkait ICU, tabung oksigen juga sempat menjadi masalah karena untuk rumah sakit besar, oksigen ditaruh di tabung yang besar. Sementara di rumah sakit yang lebih kecil, menggunakan tabung kecil yang berkapasitas sedikit.

“Sebenarnya bukan masalah jumlah yang kurang, tapi ada peningkatan kasus yang tinggi sehingga perputaran tabungnya itu dijaga. Sama seperti kita punya tabung elpiji di rumah. Biasanya sebulan sekali diganti. Sekarang penggunaannya lebih sering, seminggu sekali ganti atau tiga hari sekali,” tutur Budi.

Editor: Eggi Paksha


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.