Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

KRI Bontang-907 Bersandar di Dermaga Pulau Baai Bengkulu

KRI Bontang-907 Bersandar di Dermaga Pulau Baai Bengkulu
KRI Bontang-907 Bersandar di Dermaga Pulau Baai Bengkulu

Penulis: Jusarman

TVRINewsBengkulu

KRI Bontang-907, kapal jenis Bantu Cair Minyak (BCM) yang diproduksi PT. Batamec Shipyard sebagai salah satu kapal tanker terbesar kedua produksi nasional bersandar di Dermaga Nusantara lama Pelindo II Cabang Bengkulu.

KRI Bontang-907 merupakan kapal  sangat penting dalam membantu kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang sedang beroperasi agar tetap berada di Laut tanpa harus kembali ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar dan mengangkut kebutuhan lainnya.

Kapal ini masuk jajaran Satuan Kapal Bantu Koarmada 1 dan panjang kapal ini mencapai 125,5 meter, tinggi 30 meter berkapasitas bahan bakar minyak 5.500 m3 dengan kecepatan maksimal dapat mencapai 18 knots,memiliki p serta sanggup berlayar selama 30 hari non stop dengan membawa 60 orang awak.

Komandan KRI Bontang -907, Letkol Laut (P) Jerry Henry Manuhutu M.Tr.Hanla mengatakan KRI Bontang 907 ini melaksanakan operasi di wilayah Perairan Barat Sumatera dan mendukung tugas Koarmada 1 mengingat wilayah kerja koarmada 1 cukup luas hingga berbatasan dengan wilayah Samudera Hindia.

Kedatangan KRI Bontang -907 ini menjamin keamanan perairan laut wilayah barat Sumatera.

"Misi utama KRI Bontang untuk membantu kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang sedang beroperasi di laut lepas agar tidak kembali ke pangkalan untuk mengisi bahan bakar dan menyuplai logistik,serta kapal KRI Bontang-907 ini. Memiliki meriam anti serangan udara dan serangan bawah laut. Dan memiliki misi menjaga perairan laut Indonesia bagian barat sumatra,"kata Jerry Henry Manuhutu. 

Sementara, Danlanal Bengkulu,Letkol Laut (P) Yudi Ardian mengatakan masyarakat harus berbangga bahwa industri pertahanan dalam negeri  telah mampu membuat KRI yang bisa memperkuat dan membantu pertahanan dan keamanan di laut dalam menegakan Kedaulatan NKRI di wilayah Perairan Indonesia.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.