Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Wagub DKI Menjawab Data Banjir Jakarta yang Dipersoalkan

Wagub DKI Menjawab Data Banjir Jakarta yang Dipersoalkan
Wagub DKI Menjawab Data Banjir Jakarta yang Dipersoalkan

Penulis: Dadan Hardian

TVRINews, Jakarta

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza  (Ariza) Patria  menjawab pertanyaan-pertanyaan warga dan netizen terkait data banjir yang ditampilkan di media sosial (medsos) Pemprov DKI Jakarta.

Salah satunya, di twitter @DKIJakarta, yang menampilkan data banjir dengan judul “Banjir Jakarta dalam Angka” sejak tahun 2002 hingga 20 Februari 2021, pukul 12.00 WIB. Data-data ini bersumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI.

“Jadi yang pasti,teman-teman bisa lihat ini datanya sudah ada, terkait banjir Jakarta dalam angka. Ini data 20 Februari 2021 sampai dengan pukul 12.00 WIB, di sini yang diunggah hanya yang besar-besar saja, mulai dari 2002, 2007, 2013, 2015, 2020, 2021, banjir-banjir besar,” ujar Ariza di Balai Kota DKI Jakarta. 

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melalui akun media sosialnya mengunggah data-data banjir besar dan dampaknya sejak tahun 2002.

Berikut data-datanya bersumber dari BPBD) DKI:

2 Februari 2002

- Curah hujan tertinggi: 168 mm/hari

- RW tergenang: 353

- Luas area tergenang: 168 km2

- Area strategis: Ya

- Pengungsi: 154.270

- Jumlah lokasi pengungsi: N.A

- Korban meninggal dunia: 32

- Waktu surut >95 % genangan: 6 hari

2 Februari 2007

- Curah hujan tertinggi: 340 mm/hari

- RW tergenang: 955

- Luas area tergenang: 455 km2

- Area strategis: Ya

- Pengungsi: 276.333

- Jumlah lokasi pengungsi: N.A

- Korban meninggal dunia: 48

- Waktu surut >95 persen genangan: 10 hari

17 Januari 2013

- Curah hujan tertinggi: 100 mm/hari

- RW tergenang: 599

- Luas area tergenang: 240 km2

- Area strategis: Ya

- Pengungsi: 90.913

- Jumlah lokasi pengungsi: 1.250

- Korban meninggal dunia: 40

- Waktu surut >95 persen genangan: 7 hari

11 Februari 2015

- Curah hujan tertinggi: 277 mm/hari

- RW tergenang: 702

- Luas area tergenang: 281 km2

- Area strategis: Ya

- Pengungsi: 45.813

- Jumlah lokasi pengungsi: 409

- Korban meninggal dunia: 5

- Waktu surut >95% genangan: 7 hari

1 Januari 2020

- Curah hujan tertinggi: 377 mm/hari

- RW tergenang: 390

- Luas area tergenang: 156 km2

- Area strategis: tidak

- Pengungsi: 36.455

- Jumlah lokasi pengungsi: 269

- Korban meninggal dunia: 19

- Waktu surut >95% genangan: 4 hari

20 Februari 2021

- Curah hujan tertinggi: 226 mm/hari

- RW tergenang: 113

- Luas area tergenang: 4 km2

- Area strategis: Tidak

- Pengungsi: 3.311

- Jumlah lokasi pengungsi: 44

- Korban meninggal dunia: 5

- Waktu surut >95% genangan: dalam penanganan (data terbaru 1 hari)

Dari data ini, kata Ariza, menunjukkan memang ada penurunan siginifikan, baik dari segi luas RW terdampak, luas daerah terdampak, area strategis terdampak, jumlah pengungsi, jumlah lokasi pengungsian, korban meninggal dunia maupun waktu surut banjir. a

"Contohnya luas area terdampak, di mana pada tahun 2002 sebesar 168 km2, 2007 sebesar 455 km2, 2013 sebesar 240 km2, 2015 sebesar 281 km2, 2020 sebesar 156 km2, 2021 hanya sebesar 4 km2, "kata Ariza, Senin (22/2/2021). 


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.