Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Hukum

  • 0 Komentar

Ketua RT Komplek Polri Akui Dirinya Tidak Mengetahui Pergantian CCTV Rumah Sambo

Ketua RT Komplek Polri Akui Dirinya Tidak Mengetahui Pergantian CCTV Rumah Sambo
Ketua RT Komplek Polri

Penulis: Nirmala Hanifah

TVRINews, Jakarta 
Jaksa Penuntut Umum, beberkan isi berita acara pemeriksaan (BAP) Ketua RT Komplek Polri Duren Tiga Jakarta Selatan Drs. Seno Soekarto dalam sidang lanjutan perkara obstruction of justice dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat hari ini, Kamis (24/11). 

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Seno tersebut, menyebut kalau perangkat DVR CCTV yang terpasang pada komplek Polri sempat tersambar petir.

Hal tersebut berawal dari penyidik yang menanyakan kepada Seno, terkait dengan keberadaan kamera CCTV di Komplek Polri. Dalam BAP tersebut, Seno mengatakan, seluruh perangkat CCTV itu sudah terpasang sejak 2016.

Baca Juga: Dampingi Menhan, Kasad Dudung Kunjungi Dapur Lapangan Milik TNI AD

Namun, dalam perawatannya baru dilakukan pada bulan Januari lalu, saat CCTV tersebut terkena sambaran.

"Perbaikan terakhir yang terakhir yang dilakukan pada Januari 2022 yang diakibatkan oleh sambaran petir dan menggunakan dana swadaya warga," tulis BAP Seno yang dibacakan jaksa dalam persidangan, Kamis (24/11/2022).

Seno menyebut, selang beberapa bulan kemudian, atau lebih tepatnya sehari usai terjadinya insiden penembakan di Rumah Dinas Mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo, ada pihak yang mengganti CCTV itu.

Bukan hanya itu, pergantian CCTV tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Seno. Ia baru mengetahui hal tersebut, usai ada peristiwa penembakan yang menyebabkan Brigadir J meninggal dunia.

"Menerima laporan tentang penggantian CCTV kompleks Polri pada hari Senin, setelah saya tahu bahwa ada penembakan terjadi di kompleks duren tiga melalui berita dari media," bebernya.

Mengetahui hal tersebut, Seno mengaku kalau dirinya langsung menghubungi petugas keamanan di Komplek Polri yang telah melaksanakan piket tertanggal 8 yakni Marzuki dan yang tiket tanggal 9 yakni Zafar.

Baca Juga: Iriana Jokowi dan Wury Ma'ruf Amin Bertolak ke Sumatera Selatan untuk Mensosialisasikan Pilah Sampah

Di hadapan kedua satpam tersebut, Seno menanyakan terkait dengan kejadian penembakan tersebut dan CCTV pada hari Jumat (8/7) lalu.

"Marzuki dan Zafar menjelaskan sekilas bahwa DVR CCTV diganti oleh orang tidak dikenal pada tanggal 9 Juli 2022," ujar Seno.

Sebab hal itu, Seno mengaku jika dirinya tidak pernah mengetahui bagaimana proses pergantian DVR CCTV tersebut berlangsung.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.