Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

African Swine Fever (ASF) Menyebar di Sebelas Kabupaten di Kalbar, Akibatnya 44 ribu Ekor Babi Mati

African Swine Fever (ASF) Menyebar di Sebelas Kabupaten di Kalbar, Akibatnya 44 ribu Ekor Babi Mati
Sebanyak 44.321 ternak babi di beberapa peternakan milik warga, dikabarkan mati secara tiba-tiba. Matinya babi secara tiba-tiba tersebut diakui telah terjadi sejak bulan november 2021 lalu.

Penulis : Darius Tarigan
TVRINews, Kapuas

 

Sebanyak 44.321 ternak babi di beberapa peternakan milik warga, dikabarkan mati secara tiba-tiba. Matinya babi secara tiba-tiba tersebut diakui telah terjadi sejak bulan november 2021 lalu. Di kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Sintang dan Melawi diperkirakan kematian ternak tersebut mencapai 460 ekor.

Memasuki gelombang kedua pada bulan Desember tahun lalu meningkat dengan total kematian ternak babi mencapai 11.845 ekor, termasuk di wilayah Kabupaten Landak, Mempawah dan Kubu Raya.

Jumlah kematian terus bertambah pada januari 2022 dengan total mencapai 44.321 ekor yang tersebar di 10 daerah wilayah Kalimantan Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Munsif.

Ia menyebtukan telah melakukan penelitian terhadap matinya ribuan babi tersebut dan disebabkan penyakit atau virus African Swine Fever (ASF).

Namun kata Munsif, virus tersebut bukanlah jenis zoonosis yang dapat menyerang manusia.

“Belakangan dilaporkan baru terjadi di Ketapang, sehingga dengan demikian dari 14 Kabupaten dan Kota ini sudah sebelas jangkit virus ASF. Dan kerugiannya sangat besar ya, jika 1 ekor dengan harga 1 juta saja, kerugian kita mencapai puluhan miliar bahkan ratusan miliar”, katanya, Jum’at (18/2/2022).

Munsif memastikan, saat ini pihaknya sudah melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian terhadap babi yang masih tersisa.

Ia mengingatkan pada pemilik hewan ternak agar lebih teliti dan melaporkan ke Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat jika kematian serupa kembali terjadi.

Untuk mengetahui hewan ternak terserang AFS, hewan tidak mau makan dan lemas serta muncul warna merah kebiruan pada kulit hewan.

Gejala juga dapat dilihat jika hewan ternah diare dan muntah serta terjadi pendarahan pada seluruh organ hewan.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.