Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Nasional

  • 0 Komentar

Pelantikan Ketua DPD Demokrat NTT Diwarnai Demonstrasi, Prokes Covid-19 Diabaikan

Pelantikan Ketua DPD Demokrat NTT Diwarnai Demonstrasi, Prokes Covid-19 Diabaikan
Pelantikan Ketua DPD Demokrat NTT Diwarnai Demonstrasi, Prokes Covid-19 Diabaikan

Penulis : Nyongky Malelak

 

TVRINews, Kupang

Kendati sukses menggelar pelantikan Ketua Demokrat NTT, namun kegiatan pelantikan tersebut sempat diwarnai aksi demonstrasi oleh simpatisan Jefri Riwu Kore atau Jeriko. 

 

Ribuan massa simpatisan Jeriko, mendatangi Hotel Kristal tempat penyelenggaran pelantikan pengurus DPD Demokrat NTT periode 2021 - 2026.

 

Masih dengan tuntutan yang sama, yakni mendesak Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk memberikan penjelasan terkait alasan memilih Leonardus Lelo sebagai Ketua DPD Demokrat NTT. 

 

"Partai ini menganut sistem demokrasi. Demokrasi adalah musyawarah dan mufakat, kalau tidak ada kata mufakat maka akhirnya adalah voting. Siapa yang menangkan suara terbanyak, dia adalah pemenangnya, tetapi anehnya Demokrat, berbeda dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga," ujar Herison Kore dalam orasinya. 

 

"Partai macam apa ini, partai yang tidak menghargai demokrasi itu sendiri, lalu pengikutnya membela. Membela yang demokratus bukan demokrasi," imbuhnya. 

 

Herison menegaskan, jika hari ini Partai Demokrat tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang maka pihaknya pun tidak akan melakukan aksi. 

 

"Satgas Covid-19 Kota Kupang tidak memberikan izin, karena Kota Kupang saat ini berada pada level 3, tapi Partai Demokrat tetap bersikukuh untuk melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang," kata Herison. 

 

Massa aksi mencoba untuk merangsek masuk ke pelataran hotel, namun dihadang oleh aparat kepolisian yang berjaga. Aksi dorong dengan polisi pun tidak bisa dihindarkan. 

 

Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji didampingi Kasatpol PP, Rudi Abubakar sempat mendatangi panitia untuk mebubarkan kegiatan Pelantikan Ketua DPD Demokrat NTT dan aksi demonstrasi. 

 

"Kami dari Satgas Covid-19 Kota Kupang tidak memberikan rekomendasi kepada dua (2) kelompok ini, yaitu kelompok Partai Demokrat NTT dan Simpatisan Jeriko," tegas Ernest Ludji. 

 

Ernest menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Partai Demokrat dan simpatisan Jeriko guna menghentikan semua aktivitas yang berpotensi mengakibatkan penyebaran COVID-19.

 

"Kegiatan kita tidak melanggar ya, kami sudah menyampaikan pemberitahuan ke Polda NTT dan kami juga mendapat rekomendasi dari satgas Covid-19 Provinsi NTT," jelas ketua panitia pelantikan, Sebastian Edo. 

 

Dia menegaskan bahwa kegiatan ini berada di level provinsi sehingga pihaknya berkoordinasi dan meminta izin dari Satgas Covid-19 Provinsi. 

 

"Semua yang ikut kegiatan sudah rapid antigen. Peserta juga kurang dari 50 persen dibanding kapasitas ruangan," katanya. 

 

Terpisah, Wakil Ketua DPP Partai Demokrat Benny K Harman dengan tegas meminta Kasatpol PP, Rudi Abubakar untuk membubarkan para demonstran. 

 

"Kamu bubarkan itu (Demonstran), bukan bubarkan ini (Demokrat). Aneh kamu. Ini kan demo, yang bikin kerumunan, sebab tidak pakai Prokes (Protokol Kesehatan)," tegas BKH.  

 

Ratusan anggota kepolisian dari Polres Kupang Kota dan Brimob dilengkapi dengan mobil water cannon, anjing pelacak melakukan penjagaan super ketat di lokasi pelantikan.

 

Secara bergantian massa aksi berorasi dan sekira pukul 14.00 WITA mereka membubarkan diri. 

 

Sedangakan Partai Demokrat NTT tetap melanjutkan kegiatan pelantikan Ketua DPD Demokrat NTT periode 2021 - 2026 hingga selesai.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.