Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Ekonomi

  • 0 Komentar

Ekonomi Digital Indonesia Potensi Tumbuh Delapan Kali Lipat di 2030

Ekonomi Digital Indonesia Potensi Tumbuh Delapan Kali Lipat di 2030
Ekonomi Digital Indonesia Potensi Tumbuh Delapan Kali Lipat di 2030

Reporter: Setpres

TVRINews, Jakarta


Ekonomi digital Indonesia memiliki prospek sangat baik, dan terus tumbuh berkali lipat. Di tahun 2020, ekonomi digital berkontribusi terhadap empat persen gross domestic product (GDP).

Sementara 2030, pertumbuhan GDP Indonesia akan tumbuh dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun, di mana ekonomi digital Indonesia diyakini tumbuh hingga delapan kali lipat, yang saat ini  berada pada angka Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun.

Hal itu disampaikan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi saat  memberikan keterangan pers bersama Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki serta Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/6/2021) 


"Di Rp4.531 triliun tersebut e-commerce akan memerankan peranan yang sangat besar, yaitu 34 persen atau setara Rp1.900 triliun. Kemudian diikuti beberapa hal yang sangat penting yaitu B2B dengan besaran 13 persen atau setara Rp763 triliun, dan health tech akan menjadi Rp471,6 triliun atau 8 persen dari pertumbuhan," ucapnya.

Lutfi melanjutkan, pelaku perdagangan elektronik Indonesia memiliki level playing field yang sangat besar, mulai dari online travel online media, ride hailing, hingga financial technology.

Meski demikian, terdapat beberapa hal mesti diperbaiki untuk dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air. Beberapa di antaranya ialah infrastruktur telekomunikasi, perlindungan konsumen di era digital, sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi, hingga mengembangkan ekosistem digital itu sendiri.

Potensi ekonomi digital juga harus terus diperluas ke dalam sejumlah sektor industri di Tanah Air. Apabila hal itu dilakukan, maka ekonomi digital dapat terus tumbuh sesuai dengan yang diharapkan ke depannya.

"Kita juga sadar bahwa meski ekonomi digital kita empat persen pada hari ini, tetapi jumlah partisipasi, contohnya, dalam industri makanan dan minuman hari ini yang kita mempunyai besaran Rp3.669 triliun, dilayani oleh ekonomi digital baru Rp18 triliun," ujar Lutfi.

Lutfi berujar, di masa yang akan datang, hilirisasi dari ekonomi digital ini akan bertumpu pada teknologi 5G, rantai blok (blockchain), kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan komputasi awan (cloud computing).

"Kita berharap ekonomi digital ini akan memperbaiki pertumbuhan Indonesia paling tidak dalam sektor logistik dan industri. Kalau kita lihat bahwa target sektor logistik kita yang akan tumbuh dari 23 persen ongkos pada hari ini menjadi 17 persen, dengan adanya ekonomi digital ini perbaikan pada logistiknya akan jauh lebih baik," tandasnya.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.