Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Pantau Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja di Riau

Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Pantau Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja di Riau
Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Pantau Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja di Riau

Reporter : Christopher N.Raja

TVRINews, Jakarta

Asisten Deputi Strategi dan Kebijakan Percepatan Ferry Akbar Pasaribu bersama Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi melakukan sosialisasi dan diskusi implementasi Undang-Undang Cipta Kerja di Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Selasa (6/4/2021).

"Melalui kesempatan ini, kami ingin mengawal implementasi 47 peraturan pemerintah dan 4 peraturan presiden yang menjadi instrumen pelaksana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja." kata Ferry dalam keterangan resmi yang diterima TVRINews.com, Selasa (6/4/2021).

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020, yang biasa dikenal sebagai UU Ciptaker atau omnibus law, merupakan undang-undang yang bertujuan meningkatkan investasi asing dan dalam negeri dengan mengurangi persyaratan peraturan untuk izin usaha dan pembebasan tanah.

Ferry menambahkan, investasi memegang peran sangat penting guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dari total kebutuhan investasi secara keseluruhan, pemerintah hanya bisa menyediakan 5-7 persen. 

Adapun investasi dari BUMN hanya bisa 4,9-8,1 persen. Artinya, kebutuhan sisanya, sebesar 84,7-90,1 persen, berasal dari swasta. Investasi ini sangat diperlukan untuk mengembangkan perekonomian Indonesia.

Investasi memiliki multiplier effect yang luar biasa. Melalui investasi, orang dapat membuka usaha, lapangan pekerjaan terbuka, dan ekonomi berputar. Ferry menyampaikan bahwa investasi tidak selalu berasal dari asing. Negara saat ini terbuka dengan investasi dari luar ataupun dalam negeri.

"Yang menarik, selama tahun 2020, penanaman modal dalam negeri itu tumbuh luar biasa sebesar 7 persen. Artinya, makin banyak orang Indonesia yang makin nyaman untuk menanamkan modal di negerinya sendiri," tuturnya.

Ferry menambahkan, Riau memiliki potensi perkebunan dan pertanian yang besar, khususnya di bidang sagu, kelapa, dan pinang, tapi penghilirannya belum terbentuk. Bila nanti terealisasi ada penghiliran, ini diharapkan dapat mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Riau.

Tak hanya itu, pemerintah juga sedang mempersiapkan pengembangan kawasan industri di Riau. Sejauh ini, terdapat enam kawasan industri (KI) di Provinsi Riau, yaitu KI Pelintung (Dumai), KI Tanjung Buton (Siak), KI Industri Tenayan (Pekanbaru), KI Buruk Bakul (Bengkalis), Technopark Pelalawan, dan KI Kuala Enok (Indragiri Hilir).

 

Editor : Agus S.Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.