Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Masjid dan Sekolah Dijadikan Posko Pengungsian

Masjid dan Sekolah Dijadikan Posko Pengungsian
Sekitar 150 orang pengungsi ditampung di masjid dan ruangan sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Muhammadiyah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat di Sukomananti.

Penulis : Andika Adi Saputra

TVRINews, Pasaman Barat

 

Sekitar 150 orang pengungsi ditampung di masjid dan ruangan sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Muhammadiyah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat di Sukomananti. Posko tanggap darurat tersebut memanfaatkan ruangan sekolah dan teras masjid sebagai tempat pengungsian sementara para korba gempa.

Memenuhi kebutuhan makan para pengungsi pengurus posko tanggap darurat Muhammdiyah menyediakan dapur umum dan mengumpulkan bahan pangan yang diolah secara swadaya  untuk makan sehari-hari para pengungsi.

Mengantisipasi serangan psikologi pengurus posko juga menghadirkan tim trauma healling, tim medis dan tim kesehatan didukung tiga orang dokter yang selalu bersiaga dan mobile guna membantu para korban.

Koordinator posko tanggap darurat Ade Herdiwansyah mengatakan posko dibangun sejak gempa melanda Pasaman Barat sebagian besar pengungsi merupakan warga Kajai dan Timbo Abu yang notabene rumah mereka sudah hancur.

Di posko pengurus juga melakukan pendekatan siraman rohani kepada pengungsi termasuk menghadirkan para ustad di setiap waktu shalat. Para pengungsi juga diajak berinteraksi agar dapat meminimalisir traumik dan ketakutan mereka.

Selain posko utama, tim TRC dan sejumlah anggota lainnya juga berkeliling ke posko terdekat dan daerah terdampak unutk mengantarkan makanan dan memeriksa kesehatan para korban.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.