Trending

  • Minggu, 2 Oktober 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Mendag Jelaskan Penyebab Nilai Ekspor Nasional Tumbuh Tinggi di Agustus 2021

Mendag Jelaskan Penyebab Nilai Ekspor Nasional Tumbuh Tinggi di Agustus 2021
Mendag Jelaskan Penyebab Nilai Ekspor Nasional Tumbuh Tinggi di Agustus 2021

Penulis: Rahmat Fatahillah Ilham

TVRINews, Jakarta

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menjelaskan penyebab pertumbuhan ekspor yang mencapai USD21,42 miliar pada Agustus 2021. Menurutnya, hal itu bukan hanya karena tingkat permintaan yang cukup tinggi, melainkan salah satu pendorongnya adalah masalah super cycle ekonomi yang menyebabkan tingginya nilai harga barang-barang produksi.

“Nah yang menjadi perbedaan itu sekarang, ketika harga tinggi ini, kita mesti menempatkan kebijakan yang mendukung ekspor tersebut,” kata Muhammad Lutfi dalam konferensi pers Kinerja Perdagangan Agustus 2021 secara virtual, Jumat (17/9/2021).

Ia menambahkan saat ini pihaknya sedang menegosiasi dengan bank dunia untuk memastikan kebijakan kebijakan Indonesia ini memanfaatkan daripada tingginya harga komoditas pasar dan barang-barang industri. Selain itu ia juga memastikan secara efisien, secara terbaik dari keadaan dunia pada saat ini.

“Jadi kalau yang untuk merubah target tidak perlu saya pikir kita lihat saja nanti pasti akan record breaking pada tahun 2021, tapi memastikan kebijakannya cepat dan tepat untuk Indonesia memanfaatkan harga-harga tinggi tersebut,” ucap Lutfi.

Diketahui, nilai ekspor Indonesia mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah yang mencapai USD21,4 miliar pada Agustus 2021. Demikian pula dengan surplus neraca perdagangan yang tertinggi dalam 16 bulan terakhir di angka USD4,74 miliar pada Agustus ini. Capaian tertinggi pada 2021 ini ditopang oleh peningkatan ekspor produk manufaktur yang menjadi komoditas utama serta  peningkatan impor negara mitra dagang.

Adapun manufaktur menjadi sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi secara bulan per bulan (MoM) ialah produk kertas (HS48) yang mencapai 19,61 persen. Selanjutnya produk kimia atau HS38 tumbuh 17,10 persen (MoM) dan kendaraan bermotor (HS87) tumbuh 16,16 persen (MoM).

Sementara untuk komoditas utama seperti Crude Palm Oil (CPO) atau HS15 tumbuh 61,60 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm), kemudian produk timah (HS80) tumbuh 56,29 persen (mtm) dan biji logam (HS26) itu tumbuh 40,99 persen (mtm).

“Jadi kalau magnitude penguatan ekspor komoditas semakin besar sejalan dengan tren harga komoditas yang tumbuh sangat baik pada Agustus 2021,” kata Muhammad Lutfi. 

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.