Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Ekonomi

  • 0 Komentar

Kembangkan Program TJPS, Gubernur NTT Ingin Atasi Impor Jagung dan Pakan Ternak

Kembangkan Program TJPS, Gubernur NTT Ingin Atasi Impor Jagung dan Pakan Ternak
Foto : Gubernur NTT panen jagung di di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (19/4/2022)

Penuis: Paulus Tengko

TVRINews, Manggarai Timur


Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat mendorong pertanian melalui program tanam jagung panen sapi (TJPS) di Kabupaten Manggarai Timur bisa mencapai 5.000 hektar pada tahun 2023. Saat ini, TJPS baru mencapai 50 hektar.

Program TJPS tampaknya berhasil diaplikasikan di Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Hal itu dilihat dari perolehan hasil panen yang melimpah.

Menurutnya, limbah pertanian tidak pernah digunakan untuk pakan ternak, hal itulah yang menyebabkan ternak stunting.

"Kedepannya, limbah pertanian seperti batang jagung, dapat digunakan untuk pakan ternak. Kedepannya melalui Dinas Perindustrian, kita siapkan mesin pengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak. Tidak ada kata lahan tidur. Kalau ada lahan tidur, berarti orangnya tidur," kata Vikky sapaan akrab Gubernur, Selasa (19/4/2022) saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai Timur.

Ia mengatakan dengan menanam jagung, kita telah menyelamatkan Indonesia dari impor jagung. Hingga saat ini Indonesia masih mengimport jagung dari luar. Selain itu, Indonesia juga mengimport pakan ternak. Dengan program TJPS ini diharapkan akan menjadi penyedia pakan ternak.

"Selama ini, NTT membeli pakan ternak dari Surabaya, dan setiap tahun itu terjadi sekitar Rp1 Triliun. Kita tidak boleh membeli lagi keluar, tetapi kita siap untuk memproduksi pakan ternak, uang tidak boleh keluar lagi," ujar Vikky.

Sementara itu, Kepala Desa Compang Ndejing, Ahmad Jabur mengatakan bahwa program TJPS cukup membantu para petani. Menurutnya dengan menerapkan program TJPS, ada peningkatan hasil yang diperoleh para petani.

"Kebetulan saya juga salah satu anggota yang menerapkan program TJPS, hasilnya sedikit meningkat. Pada tahun ini, dengan kondisi iklim yang sangat bagus, bisa saja para petani menjalankan musim tanam dua kali, musim Oktomar (Oktober- Maret) itu sudah sangat bagus," kata Ahmad.

Ahmad melanjutkan bahwa program TJPS sangat membantu masyarakat, terutama dalam menyediakan modal, yang dibantu oleh Bank Pembangunan NTT. Penyediaan paketan, benih, pengelolaan dan pupuk serta obat obatan semprot yang mendukung peningkatan hasil.

Pada kunjungan kerja kali ini, Gubernur Victor dan  Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menandatangani surat perjanjian kerjasama pinjaman modal dengan Bank Pembangunan Daerah NTT, senilai Rp150 Miliar untuk membantu modal bagi para petani.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar