Trending

  • Sabtu, 20 Agustus 2022

Metro

  • 0 Komentar

Pekerja Anak Jalanan Meningkat Saat Pandemi

Pekerja Anak Jalanan Meningkat Saat Pandemi
Menurut Ketua Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali Ni Luh Gede Yastini, berdasarkan rapat kordinasi yang dilakukan dengan berbagai instansi beberapa kabupaten dan kota s

Penulis: Made Adhi
TVRINews, Denpasar


Kondisi pandemi Covid-19 memaksa anak di bawah umur turut  mencari pekerjaan untuk menghidupi diri dan keluarganya. Bahkan di lampu pemberhentian jalan, banyak dari mereka yang mengemis, menjadi pedagang asong dan mengamen. 

Menurut Ketua Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali Ni Luh Gede Yastini, berdasarkan rapat kordinasi yang dilakukan dengan berbagai instansi beberapa kabupaten dan kota seperti Denpasar, Gianyar dan Badung, jumlah pekerja anak jalanan menunjukan tren peningkatan. 

Di Kota Denpasar pada 2021, setidaknya 183 pekerja anak dan di Kabupaten Badung dalam dua bulan terakhir mendata 100 lebih pekerja anak. Selain faktor ekonomi dan pendidikan, pernikahan dini juga memengaruhi banyaknya pekerja anak jalanan.

“Memang meningkat dari tahun sebelumnya. Di Denpasar sangat meningkat. Tahun 2021 ada 183 anak yang menjadi pekerja jalanan. Meningkat hingga 80 persen dari tahun sebelumnya. Tahun ini sangat drastis meningkatnya”, ujar Yastini.

Menurut Divisi Sosialisasi dan Informasi Bidang Pendidikan KPPAD Provinsi Bali I Made Riasa, dalam mengatasi permasalahan anak jalanan ini, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan instansi terkait, desa adat juga dapat berperan dalam mengurangi pekerja anak jalanan ini.

 Hal ini dapat melalui pendidikan secara informal sesuai konsep Tri Hita Karana.

“Inilah yang kita dorong juga masyarakat adat seluruh Bali khususnya di mana anak-anak berasal dan lahir. Kita berharap masyarakat adat kita membuat program untuk memberikan pendidikan, pemberdayaan masyarakat khususnya anak-anak yang lebih intens dengan membangun wadah”, jelas Riasa.

KPPAD Bali menilai pekerja anak jalanan yang semakin meningkatkan resiko mengalami beragam kekerasan mulai dari kekerasan fisik, psikologi, kesehatan, mental dan seksual.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.