Trending

  • Senin, 30 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

Ketua RT Tak Tahu Ada Anak Tinggal di Rumah Tempat Anak Terikat Rantai

Ketua RT Tak Tahu Ada Anak Tinggal di Rumah Tempat Anak Terikat Rantai
Ketua RT.04 RW.10 Perumahan Anggrek Regency Sumedang, Toni S. Liman menyampaikan, bahwa rumah tersebut milik seorang wanita berinisial "S", yang sudah 4 tahun akan dijual.

Penulis : Doni Irwandy 
TVRINews, Sumedang


Warga Anggrek Regency Sumedang, Jawa Barat, Rabu (05/01/2022) kemarin geger, setelah ditemukannya anak terikat rantai di salah satu rumah di komplek perumahan tersebut.


Ketua RT.04 RW.10 Perumahan Anggrek Regency Sumedang, Toni S. Liman menyampaikan, bahwa rumah tersebut milik seorang wanita berinisial "S", yang sudah 4 tahun akan dijual.


"Kalau Ibu S, pemilik rumah ini sudah 3 sampai 4 tahun yang lalu mengatakan kalau dirinya tidak akan tinggal di rumah ini lagi tapi tinggal di buah dua. Rumah ini akan dijual, minta tolong nitip jikalau ada yang mau melihat atau menawar silahkan dapat menghubungi nomor telpon yang sudah ditulis Ibu "S" sendiri, jadi beberapa kewajiban seperti iuran bulanan sudah tidak mewajibkan ke Ibu "S" ini", cerita Toni di lokasi kejadian, Kamis, (06/01/2022).


Toni juga menyampaikan bahwa warga sekitar hanya melihat pemilik rumah 2 sampai 3 kali dalam seminggu datang ke rumah dan sesekali bertegur sapa.


"Dalam seminggu 2 sampai 3 kali, entah itu beres-beres atau nengok rumah terlihat aktivitas. Ibu "S" menyapa, kita sapa juga. Justru keberadaan anak inisial "R" ini, kita juga warga kanan dan kiri kemarin tidak tahu. Sebelum ada kepanikan yang justru mau memadamkan api mencari sumber api", ungkap Toni.


Menurut, berawal ketika security dan warga panik dengan adanya kepulan asap di rumah tersebut. 


"Setelah pintu berhasil dibuka oleh beberapa warga fokus mencari asal api, ternyata dikagetkan dengan adanya suara lirih minta tolong. Ketika ada suara lirih tersebut warga mencari sumber suara, alangkah kagetnya warga" ujarnya.


Ketua RT mengisahkan warganya yang berusaha menolong anak terikat rantai tersebut nekat menembus asap pekat di dalam rumah.


"Karena asap pekat, sampai-sampai warga sebagian keluar dari rumah itu, dan ada yang mencoba memakai dobel masker sampai 3 lapis, serta ada yang memaksakan naik ke lantai 2 rumah menuju sumber suara, ternyata ditemukan di situ anak kecil dirantai tangan dan kakinya", lanjut Toni.


"Kemudian karena saya menyampaikan dari awal prosedur untuk harus difoto dan video untuk bukti-bukti, fokus menanyai anak tersebut dan warga kita yang ikut menolong menanyai anak tersebut dan anak tersebut cukup pintar dan menyampaikan kunci ada di dekat tv", jelasnya.


Setelah mendapatkan kunci warga membuka rantai, meski tidak berhasil membuka seluruh rantai, hanya membuka satu untuk menyelamatkan. Setelah berhasil diselamatkan, warga membawa anak "R" ke luar rumah dan memberikan makan untuk pemulihan kondisinya. 


Masih menurut Ketua RT 04, Ibu "S" pemilik rumah tidak pernah melaporkan atau memperkenalkan anak yang mereka temukan di dalam rumah tersebut, karenanya tak satupun warga mengetahui ada anak yang tinggal di rumah tersebut.


"Saya baru baca di sebuah media, kalau bapaknya anak "R", kerja di luar kota dan ibu nya sudah meninggal. Status hubungan saudara atau tidak anak ini sama sekali belum tahu. Kita mengikuti perkembangan pemeriksaan penyelidikan polres", pungkasnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.