Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Metro

  • 0 Komentar

Warga Desa Air Tenam Kabupaten Bengkulu Selatan Harapkan Jaringan Seluler

Warga Desa Air Tenam Kabupaten Bengkulu Selatan Harapkan Jaringan Seluler
Warga Desa Air Tenam Kabupaten Bengkulu Selatan Harapkan Jaringan Seluler

Penulis : Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

 

Desa wisata menjadi alternatif baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Ribuan potensi wisata berbasis desa mulai menjamur di Indonesia, namun hal tersebut tak luput dari banyak juga keterbatasan. Salah satunya minimnya akses internet guna kebutuhan promosi.

Desa Air Tenam, Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan misalnya Wilayah ini memiliki segudang potensi wisata seperti air terjun bertingkat tiga, jalur arung jeram, wilayah camping ground dan lainnya terintegrasi dalam kawasan yang asri alamiah. Namun Sulitnya akses jaringna seluler dan internet menjadikan desa ini sepi dari promosi wisata.

"Desa kami banyak blank spot, nelpon saja susah apalagi internet. Jadi susah bagi kami untuk promosi wisata," sebut Kepala Desa Air Tenam, Sarnanto

Ia menuturkan akses jalan menuju desanya tidak sulit kondisi jalan baik beraspal jarak air terjun dengan jalan utama berkisar 500 meter. Jarak tempuh dari Kota Bengkulu hanya 4 jam.

Air terjun ketinggian 13 meter dilengkapi dengan kolam pemandian. Sejuknya air dan keindahan alam menyempurnakan wisata di desa ini. Secara fasilitas desa telah menyediakan rumah warga sebagai penginapan termasuk tempat parkir dan makan.

"Fasilitas lengkap disediakan melibatkan masyarakat. Keluhan kami hanya tidak adanya akses telepon dan internet. Harapan kami pemerintah bisa menghadirkan internet di kampung kami," kata Sarnanto.

Pemerintah Provinsi Bengkulu mendata masih ada sekitar 78 desa di seluruh Kabupaten Provinsi Bengkulu yang tidak memiliki sinyal dan akses internet atau blank spot.

Sementara Plt Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bengkulu, Sri Hartika mengatakan jika beberapa desa yang mengalami blankspot disebabkan karena kondisi tanah di Provinsi Bengkulu tidak merata.

"Sehingga mempengaruhi frekuensi dan sinyal yang menjadi kebutuhan masyarakat." Tutup Sri Hartini.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.