Trending

  • Minggu, 3 Juli 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Langgar PPKM Darurat, 21 Perusahaan Disidik

Langgar PPKM Darurat, 21 Perusahaan Disidik
Langgar PPKM Darurat, 21 Perusahaan Disidik

Penulis:Riana Rizkia

TVRINews,Jakarta

Pengawasan kepada perusahaan di luar sektor esensial dan kritikal terus diperketat. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menyebut sudah ada puluhan kantor yang terkena inspeksi mendadak (sidak) dan statusnya masuk ke tahap penyidikan. 

"Sudah ada 21 perusahaan yang sudah naik sidik (penyidikan)," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (8/7/2021).

Meskipun sudah disidak karena kedapatan melanggar aturan PPKM Darurat, Fadil menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. 

"Nanti kita cari siapa tersangkanya di antara juragan-juragan ini. Kami mengimbau agar masyarakat mengurangi mobilitas. Stay safe at home, ini kuncinya," ujar Fadil.

Menurut Fadil, bos perusahaan merupakan orang yang paling bertanggung jawab dalam hal ini. Dia yang sepatutnya memperhatikan keselamatan karyawan di tengah pandemi Covid-19. 

"Yang salah bukan karyawan. Yang salah adalah majikan yang tetap memerintahkan mereka masuk kerja. Oleh sebab itu kemarin kita tidak proses. Kami catat nama perusahaannya, alamatnya, hari ini kami datangi," ujar Fadil. 

Fadil meminta agar masyarakat dapat melapor kepada polisi jika mereka masih dipaksa untuk work from office.

Sebelumnya tiga orang petinggi dari dua perusahaan berbeda ditetapkan sebagai tersangka, karena kedapatan melanggar aturan PPKM Darurat dengan tidak menerapkan work from home 100%.

Dua perusahaan tersebut berinisial PT DPI di Tanah Abang, Jakarta Pusat dan PT LMI di Sudirman, Jakarta Pusat. Sebagai informasi, PT LMI merupakan bagian dari Ray White yang sebelumnya disidak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.