Trending

  • Rabu, 1 Desember 2021

Internasional

  • 0 Komentar

Kasus Covid-19 Pecahkan Rekor di Eropa, Penggunaan Vaksinasi Booster Harus Segera Dilakukan ?

Kasus Covid-19 Pecahkan Rekor di Eropa, Penggunaan Vaksinasi Booster Harus Segera Dilakukan ?
Slovakia, Republik Ceko, Belanda, dan Hongaria, semuanya melaporkan angka kasus positif tertinggi yang baru dalam infeksi harian saat musim dingin melanda Eropa dan di saat orang-orang berkumpul dalam

Penulis: M. Fariz Naufal

TVRINews, Brussel

Infeksi virus corona di beberapa negara bagian di Eropa memecahkan rekor pada Rabu (24/11), benua itu menjadi pusat pandemi yang mendorong pembatasan baru pada pergerakan dan membuat para pakar kesehatan berusaha untuk memperluas penggunaan vaksinasi booster.

Slovakia, Republik Ceko, Belanda, dan Hongaria, semuanya melaporkan angka kasus positif tertinggi yang baru dalam infeksi harian saat musim dingin melanda Eropa dan di saat orang-orang berkumpul dalam ruangan menjelang Natal. Kondisi ini mempercepat penyebaran virus Covid-19.

Beberapa kasus baru telah melonjak setinggi 23% di Amerika pada minggu lalu, sebagian besar di Amerika Utara, wilayah itu mungkin juga menghadapi kebangkitan infeksi Covid-19 yang sempat meredup sebelumnya.

Pandemi Covid-19 ini telah melanda dunia dalam dua tahun terakhir, sejak pertama kali diidentifikasi di China tengah. Virus ini telah menginfeksi lebih dari 258 juta orang dan membunuh 5,4 juta jiwa.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Centre for Disease Prevention and Control / ECDC), Badan Kesehatan Masyarakat Uni Eropa, merekomendasikan booster vaksin untuk semua orang dewasa, dengan prioritas bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun.

Dalam perubahan besar dari panduan sebelumnya yang menyarankan dosis tambahan harus dipertimbangkan untuk orang yang lebih tua, orang yang lemah, dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

"Bukti yang tersedia muncul dari Israel dan Inggris menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam perlindungan terhadap infeksi dan penyakit parah setelah dosis booster di semua kelompok umur dalam jangka pendek," kata ECDC pada Rabu (24/11).

Banyak negara Uni Eropa telah mulai memberikan dosis vaksin booster, tetapi menggunakan kriteria yang berbeda untuk memprioritaskan mereka dan interval yang berbeda antara suntikan pertama dan booster.

Kepala ECDC, Andrea Ammon mengatakan booster akan meningkatkan perlindungan terhadap infeksi yang disebabkan oleh berkurangnya kekebalan dan "berpotensi mengurangi penularan dalam populasi dan mencegah rawat inap dan kematian tambahan".


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.