Trending

  • Rabu, 1 Desember 2021

Metro

  • 0 Komentar

Lawang Sewu Semarang, Seribu Pintu, Seribu Pesona

Lawang Sewu Semarang, Seribu Pintu, Seribu Pesona
Meski sudah pernah mengalami renovasi, namun tidak mengubah keaslian dari bentuk bangunan ini, yang merupakan salah satu cagar budaya di Kota Semarang.

Penulis : Dadan Hardian

TVRINews, Semarang

Sekelompok orang  berdiri berbaris di depan pintu masuk  bangunan kuno yang terletak di Jalan Pemuda, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Kamis (25/11) sore.

Sebelum melangkah masuk, para pengunjung harus memindai barcode sebagai syarat berkunjung, selain membayar tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang. Saat masuk, sekuriti dengan sigap mengecek suhu tubuh menggunakan thermo gun, dan harus mengenakan masker. 

Sejarah mencatat, gedung yang dibangun pada tahun 1904 ini, semula merupakan kantor pusat perusahaan kereta api trem penjajah Belanda. 

Gedung ini disebut Lawang Sewu, dalam bahasa Jawa artinya Seribu Pintu, karena terdapat begitu banyak pintu dan jendela tinggi, menggambarkan langgam kolonial.

Huda dan Anna, pasangan suami istri mengaku membawa Akbar ke Lawang Sewu dengan niat memperkenalkan objek wisata peninggalan sejarah jaman Belanda ke sang buah hati. 

"Saya ke Semarang nemenin suami yang lagi bisnis. Kami dari Gresik Jawa Timur kemarin. Saya ke Lawang Sewu memang sengaja supaya anak saya mengetahui sejarah," kata Anna, Kamis (24/11).

Akbar (9) yang duduk di samping ibu dan ayahnya menimpali. 

"Saya suka sekali. Saya senang ke sini ke Lawang Sewu. Saya jadi tahu sejarah," kata murid SD MI Hidayatul Ummah Gresik. 

Gedung tiga lantai karya arsitek Belanda Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag ini memiliki dua sayap membentang di kanan dan kirinya. 

Di bangunan utama akan dijumpai tangga besar menuju lantai dua. Terdapat kaca besar lukisan gelas dengan gambar dua wanita muda Belanda. 

Meski sudah pernah mengalami renovasi, namun tidak mengubah keaslian dari bentuk bangunan ini, yang merupakan salah satu cagar budaya di Kota Semarang. Kuatnya langgam kolonial, membawa kita kembali ke masa lalu saat berada di sini.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.