Trending

  • Selasa, 28 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Meresahkan, DPRD Minta Polisi Tangkap Mafia Pupuk Bersubsidi di Rote

Meresahkan, DPRD Minta Polisi Tangkap Mafia Pupuk Bersubsidi di Rote
Meresahkan, DPRD Minta Polisi Tangkap Mafia Pupuk Bersubsidi di Rote

Penulis : Nyongky Malelak

TVRINews, Rote Ndao

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Paulus Henuk meminta polisi segera mengusut mafia pupuk bersubsidi yang kian meresahkan masyarakat. Ia menegaskan sindikat mafia pupuk bersubsidi di Kabupaten Rote Ndao sudah tidak bisa dibiarkan.  

Pasalnya, akibat ulah mafia pupuk, petani sering menjerit kekurangan pupuk, bahkan hingga gagal panen. Politisi Partai Perindo itu mengaku geram, dengan praktik-praktik mafia pupuk bersubsidi yang membuat petani kesulitan, sehingga mereka rela membeli pupuk non subsidi, dengan harga sangat mahal.

Menurut Paulus, beberapa minggu lalu, dirinya menerima pengaduan masyarakat terkait kelangkaan pupuk. Bahwa, sejak tahun 2021 lalu, mereka sudah menyetor uang ke distrubutor, namun hingga kini belum juga mendapatkan pupuk.

"Begitu juga dengan tahun ini. Masyarakat sudah menyetor uang sejak bulan Januari lalu, tetapi belum dapat pupuk. Sementara mereka sudah memasuki masa dimana harus melakukan pemupukan padi," ujar Paulus kepada wartawan, Minggu (13/2/2022).

Melihat kondisi itu, Paulus berkoordinasi dengan anggota DPRD lainnya untuk melakukan sidak atau inspeksi mendadak ke gudang distributor pupuk Rote Ndao. Di sana mereka menemukan sejumlah kejanggalan yang dilakukan para distributor pupuk.

"Di sana kami hanya temukan 6 sak pupuk, dan mereka beralasan bahwa produsen belum menyediakan stok pupuk ke gudang mereka yang berlokasi di Pantai Baru, stok pupuk di gudang produsen pun lagi kosong," jelasnya.

Mirisnya, di gudang produsen, ternyata ditemukan ratusan sak pupuk, yang diperkirakan sekitar 12,5 ton pupuk jenis urea. Selain ratusan sak pupuk tersebut, terlihat juga tumpukan karung bekas pupuk, yang mana isinya sudah dikeluarkan, dengan alasan sudah kadaluarsa sejak bulan Juli tahun 2021 lalu, sehingga dipaking ulang dengan masa edar hingga tahun 2025.

Paulus menerangkan mekanisme dugaan mafia pupuk di Rote Ndao dengan modus petani menanam bulan lalu, maka bulan berikut harus sudah menyiram pupuk. Tetapi pupuk tidak disiapkan, maka mereka terpaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga mahal, untuk menyiram padi mereka.

"Ketika padinya sudah disiram pupuk, maka jatah dia tidak lagi ditebus. Sehingga jatah pupuk para petani akan ditimbun terus, kemudian bisa dijual kembali dengan harga yang mahal," jelas Paulus.

Menurutnya, sangat gampang menumpas para mafia pupuk di Kabupaten Rote Ndao. Dimana harus meminta data dari para produsen, terkait kapan melakukan pengiriman pupuk ke distributor, dengan jumlah dan jenis pupuk yang dikirimkan. Kemudian kapan distributor mengirimkan pupuk ke tingkat pengecer, dan pengecer mengirimkan lagi ke para kelompok tani, berdasarkan jumlah pupuk dan jenisnya.

"Kalau data ini kita dapatkan, maka akan sangat gampang kita selesaikan persoalan dan mainan dari para mafia ini. Hanya saja, sudah dua kali RDP, pihak-pihak terkait tidak mampu sediakan data itu," terangnya.

Oleh karena itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao, Paulus Henuk dengan tegas meminta Aparat Penegak Hukum (APH), baik polisi maupun kejaksaan untuk segera mengusut dan menagkap para mafia pupuk. 

Jika kedepan kasus itu tidak mengalami perkembangan dari pihak APH di Rote Ndao, maka ia akan segera melaporkan langsung ke Polda Nusa Tenggara Timur, maupun ke Mabes Polri. 


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.