Trending

  • Kamis, 6 Oktober 2022

Metro

  • 0 Komentar

Transisi Pandemi Menuju Endemi di Indonesia Bakal Diterapkan Secara Bertahap

Transisi Pandemi Menuju Endemi di Indonesia Bakal Diterapkan Secara Bertahap
Transisi Pandemi Menuju Endemi di Indonesia Bakal Diterapkan Secara Bertahap

Penulis: Christhoper Natanael Raja


TVRINews, Jakarta

Beberapa negara sudah mulai memberlakukan kebijakan pelonggaran untuk transisi dari pandemi menuju endemi, seperti Inggris, Denmark, hingga Singapura. Namun, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tidak mengikuti tren yang ada. 

Pemerintah bakal melakukan transisi pandemi menuju endemi secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut dengan berbabasiskan data indikator kesehatan, ekonomi, sosial-budaya, serta terus menerapkan prinsip kehati-hatian.

Pada kesempatannya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa pemerintah bakal menggunakan kondisi pra-endemi sebagai pijakan dengan menggunakan indikator.

Indikator yang menjadi tolak ukur pemerintah untuk menetapkan transisi pandemi menuju endemi, terdiri dari tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi, tingkat kasus yang rendah berdasarkan indikator Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kapasitas respon fasilitas kesehatan yang memadai, maupun menggunakan survelens aktif.

"Selain itu, pra-kondisi ini harus terjadi dalam rentang waktu yang cukup panjang dan stabil atau konsisten. Usulan konsep kriteria dan indikator pandemi menuju endemi dari waktu ke waktu masih terus akan disempurnakan oleh para pakar dan ahli pandemi. Hal yang dilakukan untuk mencapai transisi pandemi menuju endemi adalah menggenjot vaksinasi dua dosis dan booster bagi para lansia," kata Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (21/2/2022).

Kemudian, terkait penerapan asesmen level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang disesuaikan dengan memberikan bobot lebih besar terhadap rawat inap rumah sakit. 

Pria yang juga menjabat sebagai Koordinator PPKM wilayah Jawa-Bali ini menyebutkan mulai terdapat beberapa kabupaten/kota yang masuk ke Level 4. Selain itu, terdapat kabupaten/kota yang masuk ke asesmen Level 3, di antaranya Solo Raya dan Semarang. 

"Untuk wilayah anglomerasi Jabodetabek, Bali, DIY, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya saat ini masih berada pada Level 3," ujar Luhut.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan asesmen level di masing-masing daerah ini disebabkan oleh tingkat rawat inap rumah sakit yang meningkat. Terkait detail mengenai peraturan ini akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.