Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Ekonomi

  • 0 Komentar

Kunjungi PLTP Dieng, Wamenkeu: Indonesia Harus Beralih ke Energi Baru Terbarukan

Kunjungi PLTP Dieng, Wamenkeu: Indonesia Harus Beralih ke Energi Baru Terbarukan
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suhasil Nazara mengunjungi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Small Scale Dieng 10 MW, Sabtu (13/11/2021).

TVRINews, Jakarta

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suhasil Nazara mengapresiasi PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam upaya menyediakan energi listrik yang bersumber dari energi baru terbarukan (EBT). 


Hal tersebut diungkapkan Wamenkeu saat mengunjungi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Small Scale Dieng 10 MW, Sabtu (13/11). 


Menurut dia, GeoDipa telah melakukan langkah strategis untuk menyelamatkan bumi dengan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi. Selain itu, panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan serta operasinya dapat berkelanjutan.


“EBT itu adalah energi hari ini dan masa depan, bukan pilihan. Indonesia memang harus beralih ke EBT untuk listrik. Geothermal yang dikerjakan GeoDipa adalah bagian dari energi terbarukan tersebut,” kata Wamenkeu dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (13/11).


Meski demikian, pria yang akrab disapa Suha ini menambahkan untuk melakukan percepatan pengembangan pemanfaatan energi panas bumi, diperlukan kolaborasi dan sinergi dari badan usaha, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat.


Suha juga meminta kepada badan usaha di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atau Special Mission Vehicle (SMV) untuk terus meningkatkan kolaborasi dan sinergi guna mempercepat pencapaian target yang ditetapkan.


“Kita teruskan pekerjaan kolaborasi SMV ini, memberikan support, connecting dengan masyarakat. Saya titip betul supaya tidak menjadi proyek yang berdiri sendiri-sendiri,” tuturnya.


Bersamaan, Direktur Utama GeoDipa, Riki Firmandha Ibrahim mengatakan pihaknya terus menjalin kolaborasi dan sinergi dengan SMV, badan usaha serta pemerintah daerah bersama pemerintah pusat guna meningkatkan manfaat yang lebih besar dengan keberadaan GeoDipa di seluruh wilayah.


“Semoga kita bisa terus berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”), dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) untuk pengembangan Dieng, Chandradimuka, Patuha 3, Patuha 4 dan seterusnya hingga unit 7, serta penugasan pemerintah lainnya,” katanya.


Seperti diketahui, GeoDipa mendapatkan penugasan pemerintah dalam melakukan pengelolaan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) lainnya di Candi Umbul Telomoyo (40 MW), Arjuno Welirang (110 MW). GeoDipa juga akan menjalankan penugasan pemerintah untuk proyek Government Drilling di Jailolo, Wae Sano, Nage, dan Bituang bersama PT SMI.


PLTP Small Scale Dieng adalah salah satu bentuk pengembangan energi terbarukan skala kecil yang reliabel, dan dapat diaplikasikan di daerah-daerah terdepan di Indonesia. Small Scale sangat tepat menjadi pendorong penggunaan energi bersih untuk kebutuhan Demand Creation karena pembangunannya cepat dan cocok untuk pariwisata, industri setempat, menjaga ketahanan negara, dan lain sebagainya, yang sangat sejalan dengan komitmen Net Zero Emission dunia.


PLTP Small Scale Dieng merupakan pembangkit skala kecil jenis flash condensing pertama di Indonesia. Proyek Small Scale tersebut memberikan konsumsi uap/steam yang lebih efisien sehingga mendukung kegiatan operasional guna memenuhi aspek keberlanjutan. PLTP Small Scale Dieng sebesar 10 MW juga telah masuk dalam program strategis nasional RUPTL (2019- 2028), Road Map Panas Bumi EBTKE 2017-2025.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.