Trending

  • Selasa, 29 November 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Ketua Komnas KIPI: Reaksi setelah Divaksin itu Alamiah

Ketua Komnas KIPI: Reaksi setelah Divaksin itu Alamiah
Ketua Komnas KIPI: Reaksi setelah Divaksin itu Alamiah

Reporter: Christhoper N.Raja

TVRINews, Jakarta

Tak sedikit orang dari kelompok lanjut usia tidak mendatangi tempat vaksinasi Covid-19. Mereka masih takut dan ragu terhadap efek samping setelah diberi vaksin.

Namun efek setelah penyuntikan vaksin, seperti rasa nyeri di tempat suntikan, kulit kemerahan, pembengkakan, lemah baca, pusing, nyeri otot, menggigil, demam, dan mual, biasa terjadi karena munculnya reaksi tubuh dan merupakan hal yang wajar.

“Perlu saya sampaikan bahwa vaksinasi (Covid-19) di dunia telah dilakukan pada 145 juta orang di Amerika Serikat dan lebih dari 20 juta di Eropa. Jadi data tentang kejadian ikutan pasca-imunisasi telah dikumpulkan dan dipelajari. Demikian juga di Indonesia,” kata Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari dalam dialog virtual, Selasa (6/4/2021).

Selama ini, vaksin yang disuntikkan (Sinovac) sudah inaktivasi, sedangkan vaksin AstraZeneca diambil dari materi genetiknya. Jadi dapat disimpulkan semua itu merupakan produk biologi. Apabila diberikan kepada seseorang, tentu akan ada reaksi.

Mekanisme yang tumbuh itu secara naluri akan bereaksi kalau ada benda asing yang tidak dikenal.


“Pertama, pengenalan (setelah menerima vaksin) berupa reaksi radang dan gejala-gejala yang saya sebutkan tadi itu alamiah. Jadi vaksin yang diberikan itu ada komponen aktifnya, dalam hal ini yang diinaktivasi atau materi genetik,” ujar Hindra.

Kedua, tubuh juga memberikan reaksi dengan gejala-gejala tersebut dan itu merupakan vaksin berefek. Tubuh yang bereaksi tentu hasil akhirnya berupa kekebalan. “Namun tiap orang berbeda daya terimanya. Ada yang sama sekali tidak menunjukkan gejala, ada yang menunjukkan gejala ringan,” katanya.

Reaksi setelah vaksinasi memang bervariasi, yang dipengaruhi biopsikososial, seperti ketuaan, lingkungan, dan situasi pada diri pribadi masing-masing.

“Seperti kita makan cabai aja. Ada yang kalau makan asyik saja. Lain dengan saya, yang kayak kebakar gitu lidahnya. Contoh lain, mual pada seseorang, minum obat atau tidur saja, nanti bangun hilang mualnya,” tutur Hindra.

KIPI adalah reaksi yang dialami peserta setelah menerima suntikan vaksin Covid-19. Setidaknya ada dua jenis reaksi yang mungkin terjadi, yakni lokal dan sistemis.
Dalam reaksi lokal, pasien akan mengalami nyeri, bengkak, dan kemerahan di area bekas suntikan. Reaksi lokal yang terbilang parah adalah selulitis. Sedangkan dalam reaksi sistemis, penerima akan mengalami demam, nyeri otot di seluruh tubuh atau mialgia, nyeri sendi atau artralgia, lemas, dan sakit kepala.

 

Editor : Agus S. Riyanto


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.