Trending

  • Kamis, 11 Agustus 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Sosok Pahlawan, Jasa Kakek Perancang dan Pelukis Design Mata Uang Rupiah

Sosok Pahlawan, Jasa Kakek Perancang dan Pelukis Design Mata Uang Rupiah
Sosok Pahlawan, Jasa Kakek Perancang dan Pelukis Design Mata Uang Rupiah

Penulis: Heru Wicaksono

TVRINews, Pacitan

Kebanyakan orang melihat mata uang kertas hanya dari nilai nominalnya saja. Namun siapa sangka, lukisan kedua sisi mata uang tersebut merupakan goresan tangan yang tak ternilai harganya. Lukisan tokoh dan aneka ragam budaya di sejumlah mata uang kertas Rupiah Indonesia itu buah karya seorang kakek yang berasal dari salah satu desa terpencil di Pacitan.

Sebuah rumah di Dusun Ketro Desa Petungsinarang Kecamatan Bandar Pacitan,  tempat sang kakek yang berjasa kepada Bangsa dan Negara tinggal. Rumah yang sederhana layaknya rumah di perdesaan  yang  tak menampakan kemegahan. Bangunan rumah bahkan tak jauh berbeda dengan hunian milik warga desa pada umumnya.Berbagai pigura photo kusam menghiasi setiap sudut dinding. Di rumah inilah Sudirno dan istrinya Suharti tinggal dan menjalani kehidupan dengan penuh kesederhanaan.

Namun siapa sangka jika kakek berusia 79 tahun itu adalah seorang tokoh yang pernah menorehkan sejarah Indonesia. Dari goresan tangannya ia mampu membuat sebuah Legacy Paten sejumlah mata uang kertas Republik Indonesia sebagai alat transaksi dunia sejak 22 Juni 1965  silam.

Saat itulah jejak karir Sudiro dimulai. Awalnya  bekerja Sudiro melukis mata uang kertas Rp1.000, Gambar Doktor Sutomo dan Danau Toba terbitan tahun 1980. Kemudian uang kertas R-A Kartini senilai Rp10.000 tahun 1985. Saat menjelang masa pensiun, Sudirno telah mampu menyelesaikan design dan lukisan sejumlah mata uang mulai mata uang kertas nominal Rp1.000  hingga Rp100.000.

Sebelum direkrut Peruri, perjuangan panjang ditempuhnya. Sudirno dulu seorang pemuda desa yang merantau ke Jakarta demi mencari keberadaan kekasihnya. Di perantauan, Sudirno hidup menumpang tinggal sebagai buruh kebersihan Asrama Brimob kala itu.

Sudirno mengaku, design dan lukisan mata uang kertas hasil inspirasinya sendiri. Pengerjaannya rumit dan butuh ketelitian serta mengandung makna. Harus mencerminkan filosofi keaneka ragaman budaya Indonesia. Sedangkan proses lukisan satu mata uang kertas  dikerjakan selama lebih kurang 2 bulan lamanya. Tak jarang lukisannya salah dan harus mengulang dari awal dan mencari inpirasi lain. 

Karya lukisan tangan Sudirno di sejumlah mata uang Republik Indonesia itu sebagai kebanggaan serta kecintaannya terhadap negeri ini. Kini Sudirno lebih memilih hidup sederhana di desanya bersama istrinya. Tekad Sudirno patut ditauladani generasi muda Indonesia. Berkarya untuk mengisi kemerdekaan, berbuat demi Negara dan Bangsa.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.