Trending

  • Kamis, 30 Juni 2022

Nasional

  • 0 Komentar

Rapat Paripurna, DPR RI Setujui Jual Kapal Perang KRI Teluk Penyu dan Teluk Mandar

Rapat Paripurna, DPR RI Setujui Jual Kapal Perang KRI Teluk Penyu dan Teluk Mandar
KRI Penyu 513

Penulis: Ahmad Richad
TVRINews, Jakarta

 

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui penjualan Barang Milik Negara (BMN) dua kapal perang TNI AL yaitu eks KRI Teluk Mandar 514 dan eks KRI Teluk Penyu 513.

Hal itu diungkapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-14 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2021-2022 pada Selasa (8/2/2022). 

"Pembahasan persetujuan sudah dimulai sejak awal penugasan rapat konsultasi pengganti Bamus pada 13 Januari 2022 untuk penjualan kedua kapal tersebut," kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono dalam rapat paripurna.

Lebih lanjut, Anton menjelaskan, pada 27 Januari 2022 telah melaksanakan rapat kerja dengan Kemenhan, Kemenkeu, dan Kasal untuk membahas penjualan kedua kapal tersebut. 

"Setelah mendengar dan melakukan pendalaman, kami menyetujui penjualan tersebut berdasarkan Surat Presiden RI Nomor R-52/Pres/X/2021 perihal permohonan persetujuan penjualan BMN berupa eks KRI Mandar 514 dan eks KRI Penyu 513 sesuai peraturan perundangan-undangan yang berlaku," jelasnya. 

Sementara itu dalam rapat paripurna, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad selaku pemimpin rapat menanyakan kepada seluruh anggota DPR RI yang hadir secara fisik dan virtual. 

"Kami menanyakan kepada sidang dewan terhormat apakah penjualan BMN tersebut dapat disetujui?," tanya Dasco 

"Setuju," jawab anggota DPR 

Selanjutnya, kata Dasco, persetujuan rapat paripurna terhadap laporan Komisi I DPR RI tersebut akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

Sebagai informasi, KRI Teluk Penyu dan KRI Teluk Mandar merupakan kapal tua pabrikan Korea Selatan yang dibeli pada 1979 dengan harga sekitar Rp 121-122 miliar.

Dua kapal tersebut sudah diistirahatkan selama empat tahun karena tidak layak pakai, dan karena itulah harus dijual.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.