Trending

  • Minggu, 25 September 2022

Metro

  • 0 Komentar

Hakim Isoman, Sidang Tuntutan Anak Dibawah Umur Tersangka Pencuri Hp Ditunda 2 Pekan

Hakim Isoman, Sidang Tuntutan Anak Dibawah Umur Tersangka Pencuri Hp Ditunda 2 Pekan
Kejaksaan Negeri Bengkulu

Penulis : Agus Topo

TVRINews, Bengkulu

 

Seyogyanya hari ini Selasa (22/2/2022 ) merupakan jadwal sidang lanjutan kasus dugaan pencurian 1 unit handphone dengan tersangka anak dibawah umur berinisial (GI) dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU Kejari Bengkulu.

Namun sidang tersebut terpaksa di tunda selama 2 pekan yakni tanggal 4 maret 2022 mendatang lantaran hakim Ivon yang menangani perkara tersebut sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar virus Covid-19.

Sementara Novi Anreani selalu kuasa hukum tersangka (GI) membenarkan penundaan sidang pembacaan tuntutan kliennya tersebut dan pihaknya siap mengikuti sidang pada 4 maret 2022 mendatang.

"Saya mendapat informasi dari panitera pengganti bahwasanya sidang pembacaan tuntutan kliennya oleh JPU Kejari Bengkulu ditunda 2 pekan karena hakim Ivon yang menangani perkara sedang isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 dan pihaknya juga sudah menyiapkan pledoi yang rencananya akan mereka bacakan saat sidang tuntutan pada tanggal 4 Maret 2022 mendatang.” Ujar Noviani Anreani kusa hukum tersangka (GI).

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkulu Sis Sugiat mengatakan, pihaknya  sebenarnya sudah siap membacakan tuntutan terhadap tersangka (GI) namun informasi dari panitera pengganti di tunda 2 pekan.

"Tidak ada masalah atas penundaan pembacaan tuntutan tersebut karena berkas tuntutan sudah siap untuk dibacakan kapan saja dan semoga nantinya bisa memuaskan semua pihak dan berkeadilan sosial." Tegas Sis Sugiat JPU kejari Bengkulu.

Untuk diketahui, kasus dugaan pencurian 1 unit handphone yang di duga dilakukan tersangka (GI) tersebut sebenarnya ingin dihentikan oleh Kejaksaan Negeri Bengkulu melalui restorative jusice, namun gagal terlaksana.

Kajati Bengkulu Agnes Triani menegaskan kegagalan restorative justice tersebut karena ada beberapa kendala  seperti tidak hadirnya salah satu pihak korban saat mediasi, belum diterimanya berkas tersangka dewasa rekan sekasus tersangka (GI) dari penyidik serta pasal yang disangkakan terhadap tersangka (GI) yakni pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.

Kendati gagal diselesaikan perkaranya melalui restorative justice, namun Kajati Bengkulu memastikan tuntutan tersangka anak tersebut nantinya akan diringankan oleh JPU Kejari Bengkulu sesuai fakta persidangan. Sementara informasi yang diperoleh, perkembangan kasus tersangka (GI) mendapat perhatian khusus Jaksa Agung RI ST. Burhanudin.


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.