Trending

  • Jumat, 2 Desember 2022
  • Bahasa

Olahraga

  • 0 Komentar

Menpora Sesalkan Tragedi Kanjuruhan: Jangan Salahkan Timnya!

Menpora Sesalkan Tragedi Kanjuruhan: Jangan Salahkan Timnya!
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyampaikan duka cita yang mendalam atas kericuhan yang menewaskan hingga saat ini 127 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur setelah pertandingan antara Arema Malang melawan Persebaya Surbaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

Ia menyampaikan rasa prihatinnya terhadap kejadian ini. Menurutnya, kejadin seperti itu seharusnya tidak boleh lagi terjadi, karena pihaknya sudah bebaskan dengan mengizinkan adanya kehadiran penonton boleh ada penonton.

“Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Apalagi sementara penyebabnya tidak terima timnya kalah. Tidak boleh seperti itu. Ini olahraga, ini pertandingan, hari ini bisa menang, besok bisa kalah. Sehingga, edukasi-edukasi kepada para penonton harus lebih dilakukan lagi,” kata Amali kepada wartawan, Selasa (2/10).

Menpora meminta akan kesadaran para supporter bahwa dalam pertandingan olahraga, tidak hanya sepak bola pasti ada menang dan kalah. Dengan kondisi apapun, ia berharap agar para penonton harus bisa menerima.

“Sebab tidak ada satu tim yang ingin kalah. Jangan menyalahkan timnya, apalagi pemainnya. Mereka pasti sudah berusaha cuma mungkin lawannya lebih baik, ujar Amali.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Amali meminta PSSI dan PT LiB untuk melakukan investigasi. Ia berharap ini menjadi pelajaran agar tidak terulang lagi.

Sebagai informasi, Berdasarkan data terakhir yang diterima TVRINews.com dari Polda Jatim pada Minggu (2/10) sampai pukul 6.00 WIB, sebanyak 127 orang meninggal dunia akibat tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam.

Dengan rincian dua diantaranya merupakan anggota Polri, 34 meninggal di lokasi, dan 93 lainnya tewas di rumah sakit. Sementara itu, 180 orang lainnya masih mendapat perawatan itensif di rumah sakit terdekat dari stadion.

Hal ini merupakan dampak dari kerusuhan yang terjadi usai kekalahan yang diderita oleh tim Singo Edan atas rival sekotanya tersebut dengan skor akhir 2-3. RIbuan supporter memutuskan untuk turun ke lapangan sebagai bentuk aksi protes, setidaknya sampai pukul 1.00 WIB dini hari.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.