Trending

  • Sabtu, 3 Desember 2022
  • Bahasa

Internasional

  • 0 Komentar

Masih Suasana Perang, Liga Premier Ukraina Akan Kembali Dimulai

Masih Suasana Perang, Liga Premier Ukraina Akan Kembali Dimulai
Masih Suasana Perang, Liga Premier Ukraina Akan Kembali Dimulai

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Kyiv

Asosiasi Sepak Bola Ukraina (FFU) memutuskan akan memulai kembali perhelatan Liga Premier Ukraina, pada hari ini, Selasa (23/8/2022). Pertandingan pertama akan berlangsung di Kyiv, mempertemukan antara Shakhtar Donetsk melawan Metalist 1925.

Kepala FFU Andriy Pavelko menyatakan kompetisi sepak bola Ukraina kali ini akan berlangsung ditengah invasi Rusia yang sudah berlangsung selama enam bulan sejak Rusia menginvasi tetangganya yang telah menewaskan ribuan orang, jutaan mengungsi, menghancurkan seluruh kota.

"Ini akan menjadi kompetisi yang unik, ini akan terjadi selama perang, selama agresi militer, selama pemboman," kata Pavelko yang dilansir dari Reuters oleh TVRINews.com, Selasa (23/8/2022).

Pavelko mengatakan banyak dorongan untuk memulai kembali musim sepak bola dalam situasi yang penuh tantangan. Bahkan, Presiden Ukraia Volodymyr Zelenskiy dan tentara Ukraina, yang berharap liga akan membantu mengangkat moral nasional.

"Banyak orang di garis depan meminta kami untuk mulai berpikir tentang memulai kembali sepak bola di negara kami," ucap Pavelko.

Baca Juga: Sekjen PBB akan Lakukan Pertemuan Trilateral dengan Ukraina dan Turki

Uniknya, Liga Premier Ukraina ini akan dimulai dalam musim baru yang menghadirkan serangkaian tantangan logistik, termasuk risiko serangan rudal. Pertandingan akan dimainkan tanpa penonton di tribun karena risiko bom dan rudal. 

Semua stadion harus memiliki tempat perlindungan bom. Untuk memulainya, pertandingan hanya akan dimainkan di Kyiv dan sekitarnya diikuti dengan dua provinsi barat dekat perbatasan, meskipun itu mungkin berubah nanti.

Setiap kali sirene serangan udara berbunyi, kejadian sehari-hari di sebagian besar wilayah, permainan akan dihentikan agar para pemain dan ofisial pertandingan berlindung di ruang bawah tanah sampai semua aman

Pejabat militer akan hadir di setiap pertandingan dan jika sirene serangan udara berlangsung lebih dari satu jam, mereka akan berunding dengan wasit untuk memutuskan apakah akan menunggu atau menunda pertandingan sepenuhnya, kata Pavelko.

Pavelko mengatakan perang tidak hanya menghancurkan fasilitas, tetapi juga menghancurkan masa depan ribuan pemain sepak bola muda berbakat.

"Ini bukan hanya tentang kehilangan stadion. Ini tentang seluruh generasi pesepakbola yang tidak akan bisa berkembang," ujar Pavelko.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.