Trending

  • Kamis, 27 Januari 2022

Hukum

  • 0 Komentar

Jaksa Agung Soroti Lemahnya Basis Data Kejaksaan yang Terintegrasi

Jaksa Agung Soroti Lemahnya Basis Data Kejaksaan yang Terintegrasi
Jaksa Agung Soroti Lemahnya Basis Data Kejaksaan yang Terintegrasi

Penulis: Eggi Paksha

TVRINews, Jakarta

Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin, mengungkapkan salah satu tantangan terbesar yang harus segera diatasi. Yakni, masih lemahnya basis data Kejaksaan yang terintegrasi.

Sehingga, diterangkannya, sering kali keakuratan, kecepatan dan validitas data yang dibutuhkan menjadi permasalahan tersendiri. Oleh karena itu, diminta Burhanuddin melalui rapat kerja teknis bidang pembinaan 2021, dapat dicarikan solusi yang cepat dan tepat. 

Alumnus Fakultas Hukum Pidana dari Universitas Diponegoro,
Magister Manajemen dari Universitas Indonesia dan
Doktor dari Universitas Satyagama tersebut berharap, bidang pembinaan terus berinovasi meningkatkan kesejahteraan dan mengoptimalkan pelayanan prima bagi seluruh pegawai Kejaksaan di penjuru Indonesia. 

Sebaran penempatan pegawai Kejaksaan dari Sabang sampai Merauke di mana masing-masing daerah memiliki karakter geografis dan topografis yang berbeda-beda tentunya tidak dapat menjadi alasan untuk tidak mendapatkan akses informasi atau fasilitas kerja lainnya.

"Pastikan anak-anak kita yang ditugaskan di pelosok negeri mendapatkan akses informasi dan pelayanan hak kepegawaian yang cepat dan transparan. Bidang pembinaan harus dapat menciptakan sistem dan tata kelola yang dapat menjangkau dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bekerja kepada setiap pegawai di manapun mereka berada," kata mantan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) tersebut.

Oleh karena itu, dia menekankan kepada seluruh peserta agar jangan sampai menganggap rakernis ini hanya sekedar sebuah kegiatan rutin untuk memenuhi agenda tahunan belaka. 

"Manfaatkan dengan baik dan sungguh-sungguh guna meningkatkan kemampuan, wawasan, dan pengalaman saudara, yang pada saatnya dipastikan akan sangat bermanfaat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari," tutur mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat tersebut.

"Saya menunggu inovasi dan prestasi-prestasi saudara serta capaian saudara akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam jenjang karir dan promosi saudara," pungkas sosok kelahiran Cirebon, Jawa Barat, 17 Juli 1954 tersebut.

 

Editor: Dadan Hardian


  • Tag

Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar