Trending

  • Jumat, 1 Juli 2022

Metro

  • 0 Komentar

Puluhan Ibu Lewati Jalan Becek Angkut Kabel Demi Listrik

Puluhan Ibu Lewati Jalan Becek Angkut Kabel Demi Listrik
Bagi warga di Dusun Kalepak dan Kadeng Desa Kolo-Kolo Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean Kabupaten Sumenep Jawa Timur, listrik masih menjadi barang langka karena kabel listrik belum terpasang di wil

Penulis: Basri A

TVRINews, Sumenep


Bagi warga di Dusun Kalepak dan Kadeng  Desa Kolo-Kolo  Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean  Kabupaten Sumenep  Jawa Timur, listrik masih menjadi barang langka  karena kabel listrik belum terpasang di wilayah tersebut.

Demi mendapatkan listrik, puluhan ibu-ibu  rela gotong royong mengangkut kabel besar dari tiang utama  agar bisa tersambung ke rumah-rumah warga.   

Perjuangan ibu-ibu untuk mendapat listrik tidak mudah. Saat gotong royong, para ibu harus melewati jalan becek bahkan berlumpur sekitar 2 sampai 3 kilometer dengan jalan kaki.  

Jalan tersebut menjadi satu-satunya akses menuju sejumlah dusun di desa setempat. Sebagian dari mereka membawa anaknya yang masih kecil.

 Saat musim hujan datang,  banyak ruas jalan desa di kepulauan yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan  karena sangat becek bahkan sebagian berubah menjadi kolam lumpur. 

Salah seorang ibu-ibu yang ikut serta mengangkut kabel, Faidah, berharap  rumahnya bisa segera teraliri listrik, sehingga bisa lepas dari gelap gulita ketika malam hari tiba. 

“Kita ingin membantu petugas PLN agar segera terlaksananya nyala listrik di kampung kita ini. Harapan kami hanya ingin cepat listrik menyala. Gitu aja,“ kata Farida. 

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Mursid mengungapkan, Kepada pemerintah atau pihak PLN, bahwa ibu-ibu ikut menarik kabel PLN ini karena suaminya banyak yang bekerja sebagai TKI di luar negeri. 

"Untuk itu, ibu-ibu di sini berinisiatif membantu petugas PLN agar keinginan di kampung kita ini cepat menyala. Dan kepada pemerintah coba perhatikan betapa keinginan warga terutama ibu-ibu di sini agar listrik itu cepat menyala.Kita ini kalau di malam hari gelap gulita dan hanya mengandalkan lampu petromak dan lampu-lampu lainnya yang bukan dari tenaga listrik," ungkap Mursid. 

Di Kecamatan Arjasa  Pulau Kangean  Kabupaten Sumenep  Jawa Timur, ada sekitar 3 sampai 4 desa yang belum teraliri listrik. 

Di samping itu, akses jalan di sejumlah desa di kecamatan setempat juga masih memprihatinkan.  Hal ini menjadi salah satu penghambat percepatan pemerataan listrik di wilayah terpencil di Kepulauan Sumenep.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar