Trending

  • Kamis, 26 Mei 2022

Metro

  • 0 Komentar

Pemuda Cianjur Ubah Urine Kelinci Jadi Pupuk Organik

Pemuda Cianjur Ubah Urine Kelinci Jadi Pupuk Organik
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Organisasi Karangtaruna tersebut mengolah air seni kelinci menjadi pupuk organik cair, yang dapat digunakan hampir untuk semua jenis tanaman.

Penulis : Yoga Andika Putra 
TVRINews, Cianjur


Air seni atau urine mungkin yang ada dalam benak kita semua, itu hanyalah limbah yang tidak bermanfaat.

Namun, lain dengan sejumlah pemuda di Gang Abuya Ismu, RW16, Kelurahan Solokpandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Mereka mengolah air seni menjadi sesuatu yang bermanfaat. 

Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Organisasi Karangtaruna tersebut mengolah air seni kelinci menjadi pupuk organik cair, yang dapat digunakan hampir untuk semua jenis tanaman.

Ketua Karangtaruna RW 16, Deni Haryadi mengatakan, pengolahaan urine tersebut berawal adanya sebuah peternakan kelinci di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

"Awalnya kami hanya memanfaatkan yang ada saja, dan ada sebuah peternakan kelinci, dan setelah berdiskusi dengan pemuda lain, ada yang dapat diolah dari hal kelinci, yaitu urinenya," kata dia saat ditemui TVRINews.com, Selasa (04/01/2022).

Deni dan sejumlah rekan-rekannya tersebut, dapat mengolah ari seni kelinci berdasarkan informasi dari sejumlah media sosial, dan artikel media massa yang dibaca secara online. 

"Belajar pengolahan air seni tersebut, hampir otodidak, cuman kita belajar juga melalui konten di Youtube. Dan ternyata banyak penelitian, bahwa urine kelinci memiliki beberapa maanfaat," katanya. 

Berbekal belajar dari media sosial, Deni dan sejumlah pemuda itu pun akhirnya mempraktekan langsung pengelohan air seni dari sejumlah kelinci yang telah ditampung sebelumnya. 

"Awalnya kami mulai mencoba sebanyak 1 liter air seni, dan ditambah beberapa bahan lain. Setelah itu kami cobakan langsung ke beberapa tanaman dan berhasil, dan hasilnya memuaskan," katanya. 

Setelah beberapa kali melakukan uji coba hampir selama dua minggu, kini sejumlah pemuda tersebut sudah berhasil mengolah limbah menjadi pupuk organik. 

"Dalam pengolahan air seni kelinci kita juga menggunakan bahan tambahan air EM4 (Effective Microorganisms), tetes tebu kemudian dipermentasikan selama dua minggu," jelasnya. 

Dirinya menyebutkan, saat ini sejumlah pemuda tersebut dapat menghasilkan pupuk organik dari urine kelinci sebanyak 1 liter per hari, yang dikemas dalam botol ukuran 1 liter dan sekitar 300 ml. 

"Pupuk organik olahan dari air seni tersebut, kita juga seharga Rp.20.000 /liter, dan untuk di botol kecil dijual Rp 10 ribu. Sementara ini pupuk organik tersebut baru dijual ke petani terdekat. Kita juga menjualnya secara online," ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam penggunaan pupuk air seni kelinci tersebut dapat dicampurkan dengan air, misalnya untuk satu liter air dicampurkan dengan 10 tutup botol.  

Deni menyebutkan, berdasarkan uji coba yang dilakukan bersama beberapa pihak terkait, pupuk olahan dari air seni kelinci tersebut telah layak dan membuat tanaman atau tumbuhan berkembang dengan bagus. 

"Uji coba kebeberapa tanaman atau tumbuhan sudah berhasil dilakukan, namun untuk uji di labotarium belum pernah, karena keterbatasan fasilitas dan kurangnya perhatian dari pemerintah," katanya. 

Tentu ada harapan, mereka dapat memproduksi pupuk organik cair dari air seni kelinci tersebut dalam skala yang lebih besar. Namun karena terkendala dengan jumlah kelinci sehingga produksinya pun terbatas. 

"Untuk tingkat penjualannya, saat ini dalam sehari hanya bisa menjual sebanyak 2-3 botol. Kami berharap pemerintah dan dinas terkait agar bisa lebih memperhatikan lagi, karena kami masih kekurangan fasilitas pendukung dalam memproduksi air seni kelinci menjadi pupuk organik," ucapnya.


Baca Juga

Berita Terkait

Rekomendasi untuk Anda

Komentar
1000 Karakter tersisa
Komentar

News Letter

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.